Objek Wisata Air Terjun Temburun Kritis, Airnya Hanya Menetes

614
Pesona Indonesia
Bagian tengah air terjun Temburun yang semakin kekurangan debit air. foto:syahid/batampos
Bagian tengah air terjun Temburun yang semakin kekurangan debit air beberapa bulan lalu. Kini kondisinya kritis, air mulai mengering. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kondisi tempat wisata unggulan Kabupaten Kepulauan Anambas, air terjun yang ada di desa temburun kecamatan Siantan Selatan, semakin hari semakin memprihatinkan. Air terjun yang dulunya indah dengan ciri khas tingkat tujuh dan debit air yang melimpah, kini berubah drastis karena debit airnya sudah berkurang sekarang ini. Hanya tetesan air.

“Bukan berkurang tapi sudah habis dan tidak ada yang mengalir lagi, mungkin sudah tidak pantas jika dikatakan air terjun karena tidak ada airnya lagi, yang ada hanya batu bersusun saja,” ungkap salah satu warga Temburun Edi S kepada wartawan, Kamis (6/30)

Disinggung mengenai keindahan alamnya, kata Edi, mungkin sudah jauh berkurang daripada sebelumnya. “Namanya air terjun, kalau sudah tidak ada airnya, mana bisa dikatakan bagus lagi,” jelasnya.

Ia belum tahu pasti penyebab habisnya air di tempat wisata unggulan tersebut. Namun ia sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai penyebab mengeringnya sumber air di tempat itu.

Menurutnya selama ini yang ia ketahui, terdapat penebangan liar di sekitar pusat sumber air di tempat wisata itu sehingga saat ini
pohon-pohon besar yang berada di dataran tinggi di sekitar air terjun sudah banyak yang ditebang. Sehingga tidak ada lagi penahan air.

“Setahu kita di sekitar sumber air yang ada di air terjun banyak yang sudah ditebang, mungkin itu yang menjadi salah satu penyebab mengeringnya air terjun,” ungkapnya lagi.

Ia berharap kepada pemerintah untuk menjaga keindahan alam air terjun itu yang merupakan anugerah dari Tuhan yang terbentuk secara alamiah tanpa campur tangan manusia.

“Ini anugerah yang tak ternilai, seharusnya pemda bisa menjaganya kalau bisa merawat dan memperindah, bukan dibiarkan saperti ini tanpa ada perawatan,” tukasnya.

Kondisi ini pun sudah diketahui oleh Bupati Kepulauan Anambas terutama mengenai penebangan kayu liar. Menurutnya pihaknya tidak tinggal diam. Salah satu bentuk nyata untuk mengurangi illegal logging di Anambas yakni dengan menekankan kepada seluruh penebang kayu liar agar tidak lagi menebang kayu sembarangan terutama pada daerah yang memiliki sumber air.

“Untuk penebangan liar yang ada di sekitar sumber air tidak akan ada toleransi, setiap penebangan harus ada reboisasi,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih, juga menjelaskan kalau saat ini pemda sudah membentuk satgas yang bertugas untuk mencegah illegal logging. “Pemda sudah membentuk satgas,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar