PDAM Tirta Kepri Dapat Hibah Rp 22,3 Miliar, DPRD Segera Bentuk Pansus

458
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah Non Kas dalam rangka Penyelesaian Piutang Negara pada PDAM Tirta Kepri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat (30/9). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah Non Kas dalam rangka Penyelesaian Piutang Negara pada PDAM Tirta Kepri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat (30/9). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau segera membentuk panitia khusus untuk membahas rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modal ke PDAM Tirta Kepri. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hibah pemerintah pusat sebesar Rp 22,3 miliar yang diperuntukkan secara langsung untuk pembebasan utang PDAM Tirta Kepri.

“Senin (10/10) besok kami gelar paripurna penyampaian ranperdanya dan kemudian langsung dibentuk pansusnya,” kata Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, Kamis (6/10).

Adapun draf ranperda ini, sambung Jumaga, sudah rampung disusun dan siap dibacakan. Harus dirampungkan sesegera mungkin, karena memang tenggat waktu yang dipunya tidak banyak. Di tengah padatnya program legislasi daerah, ranperda penyertaan modal ini ditunggu Kementerian Keuangan sepaling lambatnya 90 hari setelah dana hibah dicairkan.

“Sebelum 18 November, semua persyaratan yang diperuntukkan untuk penyelesaian hibah itu, termasuk juga perda dan berkas-berkas lainnya harus sudah diserahkan ke Kemenkeu,” kata Jumaga.

Karena DPRD Kepri sudah sedemikian intensif bekerja untuk permudahan proses bantuan ini, Jumaga meminta kepada PDAM agar Tirta Kepri semakin meningkatkan pelayanan penyedia air minum lebih baik bagi masyarakat selaku pelanggannya. Kebutuhan masyarakat terhadap air bersih adalah elemen pokok. Tidak bisa ditawar-tawar. Sehingga Jumaga ingin PDAM semakin berbenah melalui momentum pembebasan utang yang terwujud lewat hibah pemerintah pusat tahun ini.

“Kami saja sangat serius menindaklanjuti pemberian hibah untuk pembayaran utang ini. PDAM sudah seharusnya semangatnya lebih tinggi dari kami,” kata politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Jumaga menambahkan, jika nanti memungkinkan, ia meminta Pemprov Kepri juga diberi peluang untuk menambah penyertaan modal bagi PDAM. “Perhatian ini, saya harapkan dapat meningkatkan kerja keras PDAM melayani masyarakat. Tidak ada lagi kebocoran, dan masyarakat dapat dilayani dengan baik,” tegasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar