Presiden Jokowi Resmikan Bandara Ranai

557
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kanan), meresmikan terminal Bandara Ranai, Kamis (6/10). foto:humas pemprov
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kanan), meresmikan terminal Bandara Ranai, Kamis (6/10). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Selain menyaksikan latihan tempur TNI AU, Presiden Jokowi juga meresmikan pengoperasian terminal Bandara Ranai di Natuna, Kamis (6/10). Presiden berharap, pengoperasian terminal bandara tersebut dapat mendukung rencana pemerintah mempercepat pembangunan ekonomi di gerbang utara Indonesia itu.

“Bandara Ranai yang diresmikan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas orang dan barang agar pergerakan ekonomi naik,” ujar Presiden Jokowi, kemarin.

Jokowi mengaku mengapresiasi pembangunan di Bandara Ranai tersebut. Karena terminalnya dibangun dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Natuna. Sementara landasan pacunya dibangun menggunakan anggaran TNI Angkatan Udara. Bandara seluas 3.865 meter persegi ini mampu menampung penumpang lebih kurang 385 orang.

Menurut Jokowi, pembangunan bandara sangat penting sebagai sarana penyambung (konektivitas) suatu daerah dengan daerah lainnya. Tanpa konektivitas yang memadai, sebuah daerah akan tertinggal.

“Bandara Ranai menjadi jembatan udara antara Natuna dan Tanjungpinang, Batam dan kabupaten kota yang lainnya di Kepri,” kata Jokowi.

Selain mempermudah mobilitas warga di Kepri, pengoperasian bandara tersebut juga bisa membawa dampak perekonomian secara luas. Misalnya mempermudah pengiriman logistik dan sembako, sehingga harga bahan pangan di Natuna akan semakin murah. Serta mendukung rencana pemerintah mengembangkan indusri perikanan di Natuna.

Presiden menjelaskan, saat ini pemerintah pusat sedang membangun kawasan industri perikanan di Selat Lampa, Natuna. Targetnya, kawasan seluas 100 hektare itu akan beroperasi pada 2017 mendatang. Dia berharap dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah itu.

Dalam kunjungan kemarin, Jokowi juga menyempatkan diri meninjau pembangunan industri perikanan terpadu di Selat Lampa. Didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudji Astuti dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Jokowi ke Selat Lampa mengggunakan helikopter di tengah guyuran hujan yang cukup deras, kemarin.

“Harapannya pertengahan tahun 2017 sudah diresmikan. Supaya dapat memberikan efek ekonomi yang baik untuk masyarakat Natuna,” kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan, pemerintah akan menata kembali industri perikanan, baik nelayan, industri kecil menengah hingga skala besar. “Sebelumnya ada 7.000 kapal ikan asing menguras sumber daya perikanan. Sekarang sudah dihentikan. Tentu itu perlu konsistensi selama dua tahun ini,” kata Jokowi.

Dikatakan Jokowi, dibangunnya sentra industri perikanan di Natuna, karena wilayah ini memiliki potensi perikanan yang baik. Pembangunan sentra perikanan ini merupakan yang pertama di wilayah barat Indonesia.

Jokowi mengklaim, saat ini pemerintah sukses menekan angka pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Indonesia, khususnya di Natuna.

“Di Natuna tujuan pemerintah menguatkan ekonomi perbatasan, sekaligus pertahanan dan keamanan,” jelas Jokowi.

Menteri Susi Pudji Astuti mengatakan, pihaknya menekankan kepada nelayan untuk tidak mengunakan alat tangkap yang merusak ekosistem di laut. Agar produksi perikanan kembali meningkat.

“Jika penangkapan dengan cara ramah lingkungan, maka kita akan kembali di tahun 90 an, potensi tangkap bisa 200 persen meningkat,” ujar Susi.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap percepatan-percepatan pembangunan di Natuna khususnya, dan di Kepri pada umumnya. Gubernur juga berharap industri perikanan terpadu Selat Lampa segera terwujud.

“Potensi perikanan yang besar di Natuna insya Allah akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin.

Nurdin juga berharap potensi kepariwisataan di Natuna juga semakin menggeliat dengan adanya pembangunan sarana pendukungnya. Termasuk bandara. (jpg/arn)

Respon Anda?

komentar