TNI Unjuk Kebolehan di Natuna, Tampilkan Alat Tempur Canggih

2429
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan) meninjau alutsista yang digunakan dalam puncak Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016). Sebanyak delapan pesawat tempur Sukhoi Skadron 11, 13 pesawat F-16 Skadron 3 dan 16, delapan T-50i Skadron 8, 11 Hawk Skadron 1 dan 12, delapan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano Skadron 21 serta beberapa pesawat angkut seperti Hercules dan helikopter diikutkan pada puncak latihan tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna dalam rangka sosialisasi dan memperkuat kemampuan masing-masing skuadron untuk meningkatkan kesiagaan dan pengawasan wilayah perbatasan khususnya di Kepulauan Riau. Foto: SETPRES/batampos.co.id
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan) meninjau alutsista yang digunakan dalam puncak Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016). Foto: SETPRES/batampos.co.id

batampos.co.id – TNI menunjukkan kepada dunia bahwa jangan coba-coba menganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).TNI tidak akan segan-segan menindak tegas siapapun yang mencoba mengganggu NKRI.

Ya, di Natuna yang kaya migas contohnya. Pemerintah kini memberi perhatian serius dengan membangun pangkalan TNI di pulau tersebut. Bahkan, beberapa hari terakhir, TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan di Natuna.

Rangkaian akhir dari latihan bertajuk Angkasa Yudha 2016 itu diwarnai parade kekuatan militer di Lanud Ranai, Kamis (6/10/2016). Unjuk kekuatan tempur TNI-AU tersebut melibatkan 44 pesawat tempur, 14 pesawat angkut, dan 6 helikopter berbagai jenis.

Pesawat tempur yang ditampilkan antara lain, delapan pesawat tempur Sukhoi Skadron 11, 13 pesawat F-16 Skadron 3 dan 16, delapan T-50i Skadron 8, 11 Hawk Skadron 1 dan 12, delapan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano Skadron 21 serta beberapa pesawat angkut seperti Hercules dan helikopter.

Latihan tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna dalam rangka sosialisasi dan memperkuat kemampuan masing-masing skuadron untuk meningkatkan kesiagaan dan pengawasan wilayah perbatasan khususnya di Kepulauan Riau.

Empat pesawat tanpa awak (drone) juga digunakan sebagai sasaran tembak rudal dan pemantauan sasaran.

Selain kemampuan tempur, ditampilkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern. Di antaranya, meriam Oerlikon dan rudal QW 3. Dua ribu lebih personel dilibatkan.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan sejumlah menteri. Di antaranya, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

TNI menegaskan, itu adalah latihan rutin. Tidak terkait dengan situasi politik di Laut China Selatan.

“Latihannya sudah berlangsung dua minggu kok,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsma Jemy Tri Sonjaya.

Menurut dia, latihan tersebut bertujuan menguji profesionalisme dan kesiapan prajurit TNI-AU dalam menghadapi ancaman.

Gatot Nurmantyo mengatakan, latihan tempur itu tidak bertujuan memprovokasi siapa pun.

TNI tidak akan menggelar latihan militer apa pun dan dengan pihak mana pun di Laut China Selatan.

“Sikap Indonesia adalah menjaga situasi damai dan stabil di Laut China Selatan,” katanya.

Natuna memang menjadi wilayah sensitif. Batas luar utara Indonesia itu sering terkena kasus beroperasinya kapal-kapal penangkap ikan Tiongkok.

Padahal, Indonesia bukanlah negara pengklaim Laut China Selatan seperti Filipina yang sedang bertikai dengan Tiongkok. (dod/bil/c10/ca/JPGrup) 

Respon Anda?

komentar