Berdiskusi dengan Singapura, Menguatkan Konsep Pembangunan Batam

734
Pesona Indonesia

spore2batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerjasama dengan Singapore Economic Development Board (EDB), dalam rangka mengembangkan konsep ideal untuk pembangunan Batam.

Untuk mendukung kerjasama itu BP Batam mengunjungi Urban Redevelopment Authority (URA) pada Kamis (6/10) bertempat di The URA center, Maxwell Road, Singapura.

Selain URA dalam pertemuan tersebut turut hadir the Housing & Development Board (HDB) dan the Singapore Land Authorithy (SLA).

Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya, Purba Robert M. Sianipar mengatakan bahwa melalui kunjungan tersebut BP Batam memetik banyak pengalaman Singapura dalam pengembangan pemukiman yang relatif kumuh namun kemudian berkembang setelah dilakukan perencanaan dan pengembangan kota yang terstruktur dan sistematis.

“Melalui URA kita juga mempelajari bagaimana Batam nantinya bisa dikembangkan dari kondisi yang sekarang menjadi kondisi yang cukup modern. Pola pengembangan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan konsep perencanaan, pembuatan master plan dan kontrol pengembangan. Pemikiran jauh kedepan yg dijadikan pola oleh Singapura ini perlu di adaptasi oleh BP Batam dimana saat ini BP Batam sedang berkontribusi untuk memberikan masukan kepada Raperda tentang Penataan Ruang untuk Provinsi Kepri dan juga Revisi Peraturan Presiden no. 87 tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Batam,Bintan dan Karimun” ujar Robert.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab pihak URA, SLA dan HDB juga menjelaskan langsung kepada Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana, Eko Santoso Budianto, bahwa dalam tahap awal pengembangan konsep perencanaan terpadu dan terintegrasi sistem lahan untuk perbaikan, Singapura juga banyak mengalami kendala diantaranya adalah resistensi terhadap perubahan itu sendiri serta waktu yang cukup lama dalam mengembangan sistem online yaitu satu tahun untuk satu wilayah. Namun, dengan sikap tegas dan komitmen Pemerintahnya, kendala yang ada dapat teratasi dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat itu sendiri.

Setelah menghadiri jamuan makan siang atas undangan Menteri Industri dan Perdagangan Singapura, Mr. Lim Hng Kiang di Swisshotel the Stamford, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro bersama Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang IT yang tertarik untuk melakukan ekspansi usaha ke Batam.

Selain itu, BP Batam juga mengunjungi Singapore infocomm Technology Federation (SiTF), sebuah badan dibawah naungan Pemerintah Singapura untuk membantu para entrepreneur dalam pengembangan usaha dibidang teknologi informasi (startup).

Proses asistensi pemerintah Singapura terhadap para pengusaha baru ini mengambil waktu sekitar 6 bulan sampai mereka dapat berdiri sendiri. BP Batam juga mempunyai sistem yang serupa semenjak 2013 yang bernama inkubator bisnis dan teknologi BP Batam bekerjasama dengan Politeknik Batam dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini masih terus dibenahi dan tingkatkan untuk membantu melahirkan pengusaha-pengusaha handal yang berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia dan terutama Batam.

Kedepannya, Batam tidak dapat mengandalkan industri elektronik saja namun perlu mengakselerasi pembangunan Batam dengan memberi nilai tambah tinggi yang bisa didapat dari perusahaan yang bergerak di industri IT yang sedang sangat pesat perkembangannya didunia.

Best Practices apa yang kita lihat di Singapura ini sangat bermanfaat untuk BP Batam dengan membawa strong team yang dapat melihat peluang-peluang yang bisa dikembangkan di BP Batam untuk meningkatkan kinerjanya” tutup Robert

Respon Anda?

komentar