Jaksa Masuk Sekolah, Sosialisasikan Pemberantasan Korupsi

410
Pesona Indonesia
Jaksa Masuk Sekolah di i SMPN 4 Dusun desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kamis (6/10).  foto:syahid/batampos
Jaksa Masuk Sekolah di i SMPN 4 Dusun desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kamis (6/10). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna Cabang Tarempa melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekola (JMS). Kegiatan tersebut kali pertama dilaksanakan di SMPN 4 Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kamis (6/10).

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna Cabang Tarempa, Muhamad Bayanullah, mengatakan dipilihnya SMPN 4 sebagai sekolah yang pertama didatangi pihak kejaksaan karena sekolah tersebut lokasinya jauh dari ibu kota kabupaten.

Dalam penyampaian materi, ungkap Bayan, dirinya menyampaikan mengenai apa itu jaksa, siapa itu jaksa dan peran atau tupoksi Kejaksaan Republik Indonesia dan sekaligus memberikan penyuluhan hukum di kalangan pelajar.

“Pengenalan hukum ini seputar pemberantasan tindak pidana korupsi, bahaya narkoba dan psikotropika, dan lainnya,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (7/10).

Kendati berada di daerah yang jauh, namun Bayan mengakui respon siswa dan guru sangat tinggi, sehingga saat terjadi tanya jawab banyak yang mengajukan pertannyaan. “Alhamdulillah responnya sangat luar biasa, baik siswa maupun guru sangat antusias sehingga terjadi komunikasi yang lancar dalam kegiatan tersebut,” tukasnya.

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan secara kontinyu sehingga banyak sekolah yang akan mendapatkan sosialisasi terkait hukum. Program jaksa masuk sekolah ini bertujuan sosialisasi dan pendidikan dini tentang hukum bagi siswa sekolah.

“Pendidikan dini tentang hukum bagi siswa sekolah itu penting, agar generasi muda paham masalah hukum sehingga mereka bisa menghidari tindakan-tidakan yang berlawanan dengan hukum,” tegasnya.

Tidak sedikit masyarakat yang berurusan dengan hukum. Karena mereka tidak paham soal hukum. Melalui program JMS, diharapkan siswa sekolah memeroleh pemahaman berbagai pengetahuan hukum, baik tentang tindak pidana umum maupun khusus. “Kita mengimbau agar pelajar tetap mentaanti aturan hukum,” pungkasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar