Masih Beroperasi, Bapedal Batam Segel Alat Berat Milik Glory Point

586
Pesona Indonesia
Puluhan warga menolak penimbunan drainase yang akan digunakan untuk pembangunan perumahan. Drainase yang biasa menjadi satu-satunya tempat pembuangan dari tiga perumahan. Warga menolak drainase beralih fungsi menjadi perumahan.F.Yulitavia/Batampos
Puluhan warga menolak penimbunan drainase yang akan digunakan untuk pembangunan perumahan. Drainase yang biasa menjadi satu-satunya tempat pembuangan dari tiga perumahan. Warga menolak drainase beralih fungsi menjadi perumahan.F.Yulitavia/Batampos

batampos.co.id – Badan pengendalian dampak lingkungan (Bapedal) Kota Batam menyegel alat berat milik PT Glory Point yang masih melakukan aktifitas cut and fill di Perumah Tiban Koperasi, Sekupang. Jumat (7/10).

“Iya, karena mereka masih beraktifitas terpaksa kami segel,” kata Kepala Badan pengendalian dampak lingkungan (Bapedal) Kota Batam, Dendi Purnomo, Jumat (7/10).

Penyegelan disaksikan oleh pihak kecamatan, lurah, dan warga sekitar. Sebelumnya, melalui rapat dengar pendapat yang digelar di Kantor DPRD Kota Batam, Rabu (5/10), memutuskan menghentikan aktifitas pemotongan dan penimbunan sungai yang merupakan labuhan dari tiga perumahan diantaranya Tiban Mutiara View, Tiban Cipta Puri, dan Tiban Koperasi.

Petugas berhasil menyegel satu alat berat jenis becko, satu buldozier, dan dua truk yang berada di lokasi. Sementara itu tidak satupun perwakilan dari PT Glory yang berada di lokasi saat penyegelan tersebut.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pimpinan perusahaan, untuk membahas aktifitas perizinan termasuk izin cut and fill, dan AMDAL.

Sementara itu, Lurah Tibanbaru, Agus Salim mengatakan aktifitas penimbunan yang dilakukan oleh PT Glory tidak pernah meminta persetujuan dari warga setempat.

“Warga khawatir akibat penimbunan sungai rumah warga terancam banjir,” kata dia.

Warga menolak jika pembangunan rumah yang akan dibangun tersebut, harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya. Selain itu akibat aktifitas tersebut, satu sekolah yang berada dekat dari lokasi ikut terkena imbasnya.

“Tembok sekolah jebol dan dimasuki lumpur dari aktifitas itu, terutama saat hujan. Kondisi ini sangat dikeluhkan pihak sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, ratusan warga yang berada di Perumahan Tiban Koperasi melakukan aksi penolakan terhadap aktifitas penimbunan sungai yang menjadi penampungan aliran air rumah warga. Penimbunan ini ditakutkan bisa mengakibatkan banjir. (cr17)

Baca juga:

Aktifitas Penimbunan di Tiban Akhirnya Dihentikan

Respon Anda?

komentar