Program Konversi Minyak Tanah ke Gas Kembali Digalakkan

1524
Pesona Indonesia
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup

batampos.co.id – Saat ini masih banyak rumah tangga dan usaha mikro di Kabupaten Karimun menggunakan bahan bakar minyak tanah bersubsidi. Melihat kondisi ini, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) akan kembali melakukan konversi ke gas bersubsidi 3 kilogram.

”Memang, pemerintah pusat mempunyai rencana untuk melakukan konversi dari bahan bakar minya tanah bersubsidi yang selama ini digunakan kalangan rumah tangga dan usaha mikro dengan gas 3 kg bersubsidi. Hanya saja, saat ini kita di daerah melalui pihak kelurahan membantu dilakukannya pendataann yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan,” ujar Kepala Bagian Ekonomi Kantor Bupati Karimun, Herwansyah kepada koran Batam Pos, Jumat (7/10).

Pendataan yang dimaksud, katanya, merupakan program pendataan paket perdana gas 3 kg untuk rumah tangga dan usaha mikro. Karena, pendataan baru akan selesai pada akhir tahun ini. Kemudian, hasil pendataan ini baru dimasukkan ke dalam data laporan ke pemerintah pusat. Hal ini perlu diketahui berapa banyak rumah tangga dan usaha mikro yang akan menggunakan gas 3 kg bersubsidi tersebut.

”Karena, berapa jumlah rumah tangga dan usaha mikro yang sudah terdata di Kabupaten Karimun, maka sebanyak itu pula jumlah tabung yang akan didrop oleh PT Pertamina. Dan, tabung gas ini nantinya tidak perlu bayar, melainkan akan diberikan secara gratis melalui masing-masing kelurahan. Dan, informasi terakhir yang kita terima bahwa konversi minyak tanah ke gas 3 kg tidak bisa dilksanakan pada tahun depan. Melainkan, pada awal 2018,” jelasnya.

Untuk kuota minyak tanah, Herwansyah menyatakan, bahwa sejak dua tahun lalau sampai dengan tahun ini kuota minyak tanah tidak banyak perubahan. ”Artinya, kuota kita tidak mengalami pengurangan atau penambahan yang siginifikan. Rata-rata dalam setahun kita mendapatkan jatah minyak tanah dari PT pertamina sebanyak 14.643 kilo liter (KL). Masih banyaknya kuota minyak tanah disebabkan mayoritas rumah tangga dan usaha mikro menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar utama untuk memasak,” ungkpanya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar