Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Tanjungpinang dan Bintan

549
Pesona Indonesia
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusuma menunjukkan pergerakan angin yang mengakibatkan cuaca tak menentu di Pulau Bintan. Foto: Fara Verwey / Batam Pos.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusuma menunjukkan pergerakan angin yang mengakibatkan cuaca tak menentu di Pulau Bintan. Foto: Fara Verwey / Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari ke depan di wilayahTanjungpinang dan Bintan.

Secara global sebagian besar wilayah indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah yang berpotensi meningkatkan curah hujan. Selain itu adanya tekanan rendah di barat sumatera dan badai tropis Aere di Filipina, membuat adanya pergerakan massa uap air dari wilayah sumatera yg cukup melimpah ke wilayah Pulau Bintan

“Intensitas hujan yg tercatat di stasiun BMKG Tanjungpinang menunjukkan hujan yg sangat lebat kemungkinan terjadi pada pukul 08.00 – 10.00 WIB, jadi masyarakat harus berhati-hati saat hujan,” Jelas Bhakti, Prakirawan BMKG Tanjungpinang.

Untuk tinggi gelombang, Bhakti menjelaskan secara umum gelombang di wilayah Bintan diperkirakan hanya setinggi 0.5 hingga 1.5 meter, namun potensi hujan lebat saat ini yang disertai angin kencang dapat menyebabkan gelombang tinggi secara sesaat.

“Nelayan yang melaut diharapkan waspada saat terjadi hujan yg disertai angin kencang karena dapat menyebabkan gelombang tinggi,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam mengatakan, hujan lebat masih sering turun di Tanjungpinang beberapa waktu terakhir tidak menutup kemungkinan terjadi genangan-genangan air di sekitar permukiman warga.
Ini jelas bukan kondisi yang baik mengingat kubangan air ini bisa jadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Dan nyamuk bisa menjadi sumber penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD).

“Tidak boleh tidak, pencegahan pertama yang bisa dilakukan di musim hujan begini adalah menggalakkan kembali gerakan 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur,” imbau Rustam, kemarin.

Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, sambung Rustam, adalah cara paling mudah yang dapat dilakukan tanpa mengandalkan tenaga medis. Setiap anggota keluarga dapat melakukannya, termasuk anak-anak. Ia menuturkan, gerakan 3M turut melibatkan anak usia sekolah dalam pelaksanaannya, hal itu dinilai sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk lebih peduli demam berdarah. (aya/muf)

Respon Anda?

komentar