Badai Matthew Mengamuk di Haiti dan Florida, 900 Orang Tewas

1957
Pesona Indonesia
Salah satu kawasan di Haiti yang porak-poranda akibat diamuk Badai Matthew sejak Selasa hingga kamis pekan lalu. Foto: AFP
Salah satu kawasan di Haiti yang porak-poranda akibat diamuk Badai Matthew sejak Selasa hingga kamis pekan lalu. Foto: AFP

batampos.co.id – Badai Matthew mengamuk di Haiti sejak selasa pekan lalu dan baru berakhir pada Kamis (6/10/2016). Namun, duka dan kekacauan akibat hujan plus angin ribut kategori 3 itu masih berlanjut.

Hingga Sabtu (8/10/2016) pemerintah Haiti melaporkan jumlah korban tewas naik dua kali lipat dari laporan sebelumnya. Sejauh ini, hampir 900 nyawa penduduk Haiti melayang gara-gara badai.

Setelah memorak-porandakan Haiti, Matthew bergerak menuju pesisir Negara Bagian Florida, Amerika Serikat (AS). Jumat pagi (7/10/2016) badai yang diiringi hujan deras itu menghantam pantai timur Florida.

Sebelumnya, pemerintah setempat telah mengungsikan jutaan warga dari jalur lintasan badai. Dengan mempertimbangkan kekuatan Matthew, pemerintah empat negara bagian di AS menyatakan status darurat.

Dari Florida, Matthew melanjutkan rute ke utara, melewati Georgia, lantas menuju South Carolina dan North Carolina. Namun, pemerintah di tiap-tiap negara bagian sudah memperingatkan warga untuk menyiapkan stok bahan makanan dan kebutuhan lain sebagai antisipasi banjir yang ditimbulkan Matthew.

Di wilayah yang berbahaya, warga diminta untuk mengungsi.

”Badai masih bisa menghantam dengan kekuatan yang lebih besar dan menimbulkan kerusakan parah serta menghilangkan nyawa manusia. Sebaiknya masyarakat tetap waspada,” kata Presiden Barack Obama kemarin.

Mereka yang tinggal di jalur lintasan badai diimbau bertahan di tempat penampungan atau lokasi lain yang lebih aman. Laporan terbaru kemarin menyebutkan, empat warga AS tewas gara-gara badai.

Kemarin Pusat Badai Nasional atau National Hurricane Center (NHC) melaporkan, mata badai berada di selatan atau tenggara Kota Hilton Head, Negara Bagian South Carolina, dengan diameter pusaran mencapai 30 kilometer.

”Kecepatan badai berkisar 130 kilometer per jam pagi ini (kemarin, Red),” terang NHC. Matthew lantas melaju dengan kecepatan 165 kilometer per jam ke utara.

Badai Matthew yang menlanda Florida. Foto: AFP
Badai Matthew yang menlanda Florida. Foto: AFP

Persiapan yang matang membuat dampak badai di AS tidak separah Haiti. Republik di Kepulauan Karibia itu porak-poranda. Media setempat melaporkan, sekitar separo wilayah Haiti rata dengan tanah.

”Badai menyapu Haiti pada Selasa pekan lalu dengan diiringi hujan deras dan kecepatan angin 233 kilometer per jam. Saat ini sekitar 61.500 warga masih bertahan di tempat-tempat penampungan,” terang pemerintah Haiti.

Seiring membaiknya cuaca, tim penyelamat dan aparat Haiti pun berhasil mencapai lokasi-lokasi terpencil yang semula aksesnya tertutup. Banyak korban tewas ditemukan di kawasan tersebut. Itulah yang membuat pemerintah merevisi jumlah korban tewas dari sekitar 400 menjadi hampir 900 orang. Ratusan bahkan mungkin ribuan korban lain terluka gara-gara Matthew.

Sayang, bantuan untuk korban badai di Haiti masih sangat terbatas. Tidak adanya sinyal telepon membuat komunikasi warga terganggu. Akibatnya, pemerintah sulit mendata para korban yang butuh bantuan.

Kemarin Mesa Verde, kapal induk amfibi milik Angkatan Laut (AL) AS, bergerak ke Haiti. Selain mengangkut makanan, Mesa Verde, yang memiliki dua ruang operasi, membawa helikopter dan buldoser. (AFP/Reuters/CNN/hep/c11/any/jpg)

Respon Anda?

komentar