Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri di Gereja Santo Yoseph Medan Divonis Penjara 5 Tahun 2 Bulan

1365
Pesona Indonesia
IAH saat diamankan beberapa saat setelah melakukan aksi percoban bom bunuh diri menggunakan bahan petasan di gereje Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8/20167). Foto: istimewa
IAH saat diamankan beberapa saat setelah melakukan aksi percoban bom bunuh diri menggunakan bahan petasan di gereje Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8/20167). Foto: istimewa

batampos.co.id – Pelaku percobaan bom bunuh diri menggunakan bahan petasan di Gereja Katolik Santo Yoseph, Medan, Agustus 2016 lalu telah menjalani persidangan. Remaja berinisial IAH itu divonis hukuman penjara 5 tahun 2 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, 4 Oktober 2016 lalu.

IAH dijerat dengan Undang-undang Nomor 9/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme.

Sidang IAH memang digelar tertutup karena masih tergolong anak di bawah umur. Sidang juga digelar dengan sistem peradilan anak.

“Vonis yang digelar di PN Jakarta Timur pada hari Selasa, 4 Oktober 2016. Dengan vonis 5 tahun, dua bulan kurungan penjara,” ujar Rizal Sihombing selaku kuasa hukum IAH, saat dikonfirmasi Sumut Pos (grup batampos.co.id).

Rizal mengatakan, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan menuntut terdakwa hukuman selama tujuh tahun penjara.

“Atas putusan itu, kita mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta,” sebut Rizal.

Selama persidangan di PN Jakarta Timur, IAH mendapatkan bantuan hukum dari Peradi Pusat di Jakarta. Sehingga upaya hukum untuk pembelaan dilakukan oleh Peradi Pusat. “Kita juga sudah mendaftarkan banding tersebut di PT Jakarta,” jelasnya.

Dia mengungkapkan saat ini, pihaknya belum menerima salinan putusan vonis itu dari PN Jakarta Timur.

Hal itu, membuat tim kuasa hukum IAH mengalami kesulitan untuk mempelajari hasil putusan tersebut untuk pertimbangan dan penilai pengacara membuat memori banding.

Diberitakan sebelumnya, IAH mencoba melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep, Minggu pagi, 28 Agustus 2016, sekira pukul 08.00 WIB. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan dengan bahan dari pentolan korek api.

Karena bahan yang digunakan dari korek api, bom yang ia rakit hanya mengeluarkan asap dan letusan kecil sehingga tak melukasi siapapun. Pastor Albert Pandingan hanya menderita luka tusuk di legan dari pisau yang dipakai IAH menyerang sang pastor.(gus/ila/SP/jpg)

Respon Anda?

komentar