Polda Kepri Gerebek Penjual Handphone Black Market di Batam

3883
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Banyaknya barang elektronik maupun non elektronik black market (BM) yang beredar di Batam membuat tim dari Polda Kepri bergerak Pada Kamis (6/10/2016) lalu.

Hasilnya, saat menyisir salah satu mal di Batam, Polda Kepri berhasil mengamankan handphone diduga “black market” di toko K di Nagoya Hill.

Dari informasi yang didapat koran Batam Pos (grup batampos.co.id), ada ratusan handphone yang diamankan. Selain itu, ada juga handphone BM yang diamankan Polda Riau pada beberapa waktu lalu yang ditengarai dipasok dari toko K tersebut.

Ditrekrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/10/2016) mengatakan masih akan mengecek.

“Saya cek dulu yah. Nanti, nanti (dikabarkan kembali,red),” ucapnya.

Sumber koran Batam Pos membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian pada Kamis (6/10/2016).

“Benar, dari sepengetahuan saya, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Sebab pihak kepolisian masih mencoba melacak asal muasal handphone tersebut. Apakah handphone itu masuk secara ilegal atau legal.

Dalam dua bulan ini, sudah beberapa kali pihak kepolisian melakukan penggerebekan terhadap toko maupun gudang handphone yang masuk secara ilegal.

Di Batam, memang sangat mudah menemukan handphone BM. Bahkan, bisa dikatakan mayoritas handphone yang dijual di Batam BM.

Buktinya, iphone 7 saja belum mendapat izin eder dan menjual di Indonesia, di Batam sudah bisa dibeli di sejumlah toko handphone di Nagoya dan Jodoh serta beberapa toko handphone lainnya.

Batam juga surga barang-barang palsu (KW). Mulaidari tas yang menggunakan brand luar negeri namun KW, hingga elektronik. (ska/nur)

Respon Anda?

komentar