Awal November Roro Lingga-Jambi Beroperasi

638
Pesona Indonesia
Kapal roro trayek Batam-Lingga. Selanjutnya, mulai November roro akan melayari rute Lingga-Jambi. foto:dalil harahap/batampos
Kapal roro trayek Batam-Lingga. Selanjutnya, mulai November roro akan melayari rute Lingga-Jambi. foto:dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Kabid Darat Dishubkominfo Lingga, Rahadi mengatakan pada akhir bulan Oktober mendatang akan segera dilakukan uji coba penyeberangan Roll on Roll Off (Roro) Kuala Tungkal-Lingga-Batam. KMP Sembilang yang menjadi jasa pelayanan milik ASDP, akan segera melakukan uji coba trayek baru tersebut.

Disampaikan Rahadi, informasi terakhir yang ia terima dari Kabid Darat Provinsi Kepri dan pihak ASDP, wacana tersebut untuk mencoba pelabuhan roro baru di Kuala Tungkal, Tanjungjabung, Provinsi Jambi.

“Informasi terakhir akhir bulan ini akan diadakan ujicoba sandar di pelabuhan roro baru Kuala Tungkal,” terang Rahadi.

Disampaikan Rahadi, jika nanti proses uji coba berlangsung mulus, dalam waktu dekat pengoperasion roro lintas provinsi ini akan segera berjalan.

“Paling lambat awal November sudah akan diaktifkan. Kebijakan ini berada di level Kementerian. Jadi SK rutenya juga dikeluarkan oleh Kementerian,” ungkapnya.

Sejauh ini, Lingga sebagai salah satu daerah transit dalam rencana rute pelayaran tersebut telah mempersiapkan berbagai sarana prasarana penunjang.

“Kami sudah sangat siap. Pemerintah Jambi juga sedang mempersiapkan sarana penunjangnya,” tuturnya.

Selain roro, untuk membuka simpul konektivitas Lingga-Jambi, disampaikan Rahadi, akan ada juga jalur kapal perintis yang akan melayani penumpang.

“ASDP sebagai pemenang lelangnya. Pelayanan kapal perintis sedang dipersiapkan,” jelasnya.

Adanya rute roro ini, kata Rahadi, tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi maupun akses kedua daerah. Harga transportasi juga akan semakin murah dengan jarak tempuh lebih kurang 9 jam nanti.

“Tentunya biaya transportasi ke Sumatera semakin murah. Arus orang dan barang baik dari Jambi maupun Batam akan semakin mudah. Ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat Lingga kedepan,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, dampak negatif dari hal tersebut juga tidak boleh di kesampingkan, diantaranya tingkat kriminal akan semakin bertambah, keragaman budaya akan semakin banyak, dan dampak sosial lainnya yang akan timbul ditengah masyarakat Kabupaten Lingga.

Untuk itu, dia berharap, dinas dan instansi vertikal terkait, turut menyadari kemungkinan-kemungkinan tersebut, sehingga dapat mempersiapkan solusi penanganannya.

“Nanti akan kami usulkan untuk mendudukkan hal tersebut di dalam diskusi bersama semua stakeholder,” tutupnya.

Sementara itu, dilanjutkan Rahadi lagi, aktifitas roro Penarik-Jagoh-Batam akan kembali beroperasi pada pertengahan bulan Oktober ini. Hal tersebut setelah satu bulan roro dock karena ada perawatan rutin. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar