Debat Kedua Capres Amerika Hillary Clinton vs Donald Trump Panas, Saling Buka Aib

812
Pesona Indonesia
Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton (kanan) saat debat dengan Capres AS dari Partai Republik Donald Trump di Washington University, Ahad (9/10/ 2016). Foto: AFP
Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton (kanan) saat debat dengan Capres AS dari Partai Republik Donald Trump di Washington University, Ahad (9/10/ 2016). Foto: AFP

batampos.co.id – Debat kali kedua calon presiden Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton vs Donald Trump berlangsung panas, Minggu (9/10/2016) di Universitas Washington. Meski begitu, debat  ini tetap ditutup dengan saling mengakui kelebihan masing-masing capres.

Ya, debat ini pun menuai decakkagum dari penonton. Karena, debat yangberlangsung sekitar 90 menit yang menguras emoasi dan cenderung panas bisa berakhir dengan baik dan saling memuji.

ABC melansir, setidaknya ada enam hal menengangkan selama debat berlangsung. Berikut uraiannya:

1. Tak Ada Jabat Tangan
Hal ini tidak pernah terjadi pada debat sebelumnya. Biasanya sebelum debat, selalu dimulai dengan salam berjabat tangan. Namun keduanya terlihat dingin pada malam itu. Clinton hanya berkata “Hello” pada Trump.

2. Saling Debat Soal Rekaman Vulgar Trump Tahun 2005
Trump mengatakan dia sangat malu dengan komentar vulgarnya yang direkam pada tahun 2005 ketika ia berbicara tentang kemampuannya membuat wanita sukses karena ketenarannya.

“Saya benci tapi itu kan di ruang ganti,” kata Trump.

“Ini adalah ruang ganti. Saya tidak bangga akan hal itu. Saya meminta maaf kepada keluarga saya. Saya meminta maaf kepada rakyat Amerika,” katanya.

Ketika ditekan oleh co-moderator Anderson Cooper, apakah dia pernah melakukan tindakan yang dijelaskan dalam rekaman itu, termasuk mencium dan melakukan tindakan tak senonoh, Trump pun  menyangkal.

Namun pernyataaan Trump ini dibantah Hillary. Dikatakannya, rekaman itu jelas bagi siapa pun yang mendengar video tersebut. “Jadi ini ya sosok Donald Trump,” tukas Hillary.

3. Trump Gunakan Serangan Skandal Bill Clinton
Serangan Hillary dengan rekaman vulgar membuat Trump melakukan serangan balik yang menyebutkan skandal Bill Clinton ketika memimpin AS.

Saat menjawab pertanyaan tentang rekamannya berbicara tentang perempuan dalam mode vulgar, ia membelokkan pada skandal Bill Clinton.

“Jika Anda melihat Bill Clinton, jauh lebih buruk,” kata Trump.

Para wanita yang dimaksud adalah Paula Jones, Juanita Broaddrick, dan Kathleen Willey, yang semuanya telah menuduh mantan presiden Bill Clinton baik memiliki hubungan seksual dengan mereka. Wanita yang keempat adalah Kathy Shelton.

4. Trump Memotong Pernyataan Hillary Clinton
Ketika ditanya tentang server email pribadi yang Hillary pertahankan ketika menjabat sebagai sekretaris negara, Hillary mengakui sekali lagi bahwa dia membuat kesalahan.

Setelah respons Trump, Hillary mengatakan ia ingin beralih ke pertanyaan dari penonton.

Namun Trump menyela, “Dan selesaikan pertanyaan ini.”

“Ok, Donald, saya tahu kau berusaha melakukan pengalihan isu malam ini,” kata Hillary.

“Apa saja untuk menghindari berbicara tentang kampanye dan Partai Republik meninggalkan Anda,” kata Hillary.

5. Trump Diserang Isu Larangan Muslim
Pade debat calon presiden malam itu, salah satu peserta Balai Kota, seorang muslim, bertanya, “Dengan Islamophobia meningkat, bagaimana anda akan membantu orang?”

Trump tidak menjawab, malah mengatakan, “Kami harus yakin bahwa umat Islam masuk dan melaporkan ketika mereka melihat sesuatu yang terjadi, ketika mereka melihat kebencian yang terjadi,” kata Trump.

Hillary membantah kalimat Trump. “Visi saya adalah Amerika di mana setiap orang memiliki tempat jika anda bersedia bekerja keras dan berkontribusi kepada masyarakat. Itu yang kita inginkan demi kemajuan anak-anak dan cucu-cucu kita. Kami ingin umat Islam untuk berada di sisi dari mata dan telinga kita.”

Saat ditanya tentang larangan Muslim sementara Trump kemudian mengakui larangannya telah berubah.

“Larangan muslim diganti menjadi sebuah pemeriksaan yang ekstrim dari daerah tertentu di dunia. Hal ini disebut pemeriksaan ekstrim,” ungkap Trump.

6. Ditutup dengan Kalimat Saling Menghargai
Ketegangan debat ditutup dengan perubahan nada. Peserta di balai kota Karl Becker mengajukan pertanyaan terakhir untuk Trump dan Clinton.

“Terlepas dari retorika saat ini, adakah satu hal positif yang anda hormati satu sama lain?”

Hillary menilai pertanyaan itu sangat adil dan penting. “Saya menghormati anak-anaknya. Anak-anaknya mampu dan setia tentang Trump dalam banyak hal. Begitupun saya menghormati ibu dan nenek saya,” katanya.

Trump menerima pujian Hillary. “Dia (Clinton) tidak berhenti dan tidak menyerah. Saya menghargai itu. Dia adalah seorang pejuang. Itu adalah sifat yang baik,” jelas Trump. (cr1/JPG)

Respon Anda?

komentar