Diizinkan Bertemu Keluarga 5 Jam, Penghuni Lapas Luapkan Kerinduan

434
Pesona Indonesia
Bahagianya penghuni Lapas Barelang diberi waktu 5 jam bertemu dengan anak dan istri mereka. Momen langka ini diberikan di hari Ulang Tahun Kemenkumham ke-71, Minggu (9/10/20167). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Bahagianya penghuni Lapas Barelang diberi waktu 5 jam bertemu dengan anak dan istri mereka. Momen langka ini diberikan di hari Ulang Tahun Kemenkumham ke-71, Minggu (9/10/20167). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos.co.id – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II A Batam di Tembesi, terlihat ramai, Minggu (9/10/2016) kemarin. Ratusan pengunjung berjubel di depan gerbang Lapas ataupun Rutan sejak pukul 07.00 WIB.

Mereka adalah keluarga atau kerabat yang ingin bertemu dengan warga binaan yang berada di dalam Lapas dan Rutan.

Kemarin memang pembesuk dari luar diberi kebebasan untuk masuk ke dalam Lapas atau Rutan untuk bertemu dengan warga binaan selama lima jam. Itu karena Kementrian Hukum dan HAM RI secera serentak memberikan kesempatan kepada warga binaan baik di Lapas ataupun Rutan di seluruh Indonesia untuk bertemu dengan anggota keluarga dan kerabatnya dari luar dalam rangka peringatan peringatan hari Dharma Karyadhika atau hari ulang tahun Kemenkumham RI yang ke-71 di tahun 2016 ini.

Kegiatan ini juga memecahkan museum rekor dunia Indonesia (Muri) sebagai agenda besuk warga binaan di Lapas ataupun Rutan terbanyak dalam sehari yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Acara dengan thema “Sehari Bersama Mereka” itu juga dihadiri oleh Direktur Jendral Jendral (Dirjen) Imigrasi Ronny Frangky Sompie bersama jajarannya dan dibuka secara resmi oleh Mentri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly melalui siaran live streaming teleconference.

Usai acara pembukaan para pembesuk langsung bergerak masuk ke dalam Lapas dan Rutan satu persatu. Para pembesuk tetap mendapat pemeriksaan yang ketat sebelum masuk ke dalam kawasan Lapas ataupun Rutan.

Satu persatu barang bawaan pembesuk diperiksa dan pembesuk dilarang membawa barang-barang dilarang seperti ponsel, narkoba dan lain sebagainya.

Suasana haru dan gembiran jelas terpampang di wajah para warga binaan, saat sanak keluarga dan kerabat mereka masuk ke dalam lingkungan Lapas dan Rutan. Ada yang menangis, berpelukan, dan beragam reaksi sebagai bentuk kerinduan diluapkan para warga binaan kepada kerabat atau keluarga mereka yang datang.

“Ini memang bukan kunjungan pertama dari istri dan anak saya ini. Tapi hari ini benar-benar istimewa karena saya bisa bersama mereka di sini hingga siang nanti. Biasanya kalau hari biasa saya cuma bisa bertemu paling lama 20 menit saja pak dengan mereka,” kata Andre, salah satu warga binaan Lapas Batam yang tersandung kasus narkoba.

Andre bersama ratuan warga binaan lainnya tampak sangat gembira dengan kesempatan tersebut. Sebab kunjung yang diberi kebebasan untuk bisa bersama keluarga hingga berjam-jam lamanya seperti itu sangat jarang terjadi.

“Pokoknya mantaplah kegiatan ini. Kami sangat senang sebab bisa lama bersama anak istri di dalam sini,” ujar Noldi, warga binaan lainnya.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh warga binaan untuk bisa makan siang bersama anggota keluarga layaknya di rumah.

“Kebetulan istri bawa makanan jadi kami makan bareng. Ini sesuatu yang luar biasa bagi kami di dalam sini,” kata Noldi.

Acara kunjungan bersama itu dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Ronny F Sompie kepada wartawan mengatakan, makna penting dari kegiatan tersebut bukan hanya pada ajang pertemuan antara warga binaan dan keluarganya saja, tapi adanya pembekalan wawasan negara yang dibawakan oleh pihak TNI.

“Memang tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi kawan-kawan kita di dalam Lapas ataupun Rutan untuk bisa bersama keluarganya selama sehari, tapi jauh yang lebih bermakna dari kegiatan ini karena adanya pembekalan wawasan kebangsaan dari TNI,” kata Ronny.

Pembekalan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 0316 Batam Letkol Inf. Andreas Nanang Dwi itu, bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi warga binaan, keluarga yang besuk serta petugas sipir di Rutan ataupun Lapas agar lebih mamaknai lagi arti hidup berbangsa yang baik.

“Pembelakalan ini tentunya untuk mendukung program revolusi mental dari pemerintah, agar kedepannya lebih baik lagi sekaligus memberikan semangat kepada kawan-kawan di sini,” kata Ronny.

Secara nasional pembekalan itu disampaikan oleh Komandan Sekso TNI Letnan Jendral TNI Agus Sutomo memawakili panglima TNI melalui siaran live streming.

“Tadi dari pusat juga sudah ada arahan dari Panglima TNI melalui pak Agus Sutomo, tapi untuk lebih tegas lagi, Dandim Batam juga menyampaikan hal serupa,” kata Ronny. (eja)

Respon Anda?

komentar