Hendak Kirim TKI Ilegal ke Malaysia, Polres Bintan Tangkap Tekong

703
Pesona Indonesia
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP AdI Kuasa Tarigan menunjukkan barang bukti dan pelaku trafecking sekaligus tekong TKI ilegal di ruang kerjanya, Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (9/10). Foto: Harry/Batampos
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP AdI Kuasa Tarigan menunjukkan barang bukti dan pelaku trafecking sekaligus tekong TKI ilegal di ruang kerjanya, Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (9/10). Foto: Harry/Batampos

batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminalitas (Satreskrim) Polres Bintan menangkap pelaku penjualan manusia (trafficking), Zaihiddir alias Kam, 33, di rumah sewaannya di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Jumat (7/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku merupakan tekong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang menyediakan jasa lowongan pekerjaan dan keberangkatan serta penjemputan dari Kabupaten Bintan ke Malaysia dan sebaliknya.

“Kita dapat laporan ada sebuah rumah yang dijadikan sebagi lokasi trafficking. Saat itu juga kita gerebek dan mengamankan pelakunya,” ujar Kasatreskrim Polres Bintan, AKP AdI Kuasa Tarigan usai ekspose kasus trafficking di ruang kerjanya, Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (9/10).

Diceritakannya, Rabu (5/10) siang, ia mendapatkan laporan dari informan terpercayanya bahwa ada sebuah rumah yang terletak di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, digunakan untuk menampung sekumpulan orang-orang yang dicurigai sebagai tenaga kerja ilegal. Menindaklanjuti laporan itu, kata dia, seluruh personil Satreskrim Polres Bintan dikerahkan untuk melakukan penyelidikan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Keesokan harinya, Kamis (6/10) sekitar pukul 17.30 WIB, lanjutnya, ia melihat sekelompok orang yang dicurigai sebagai tenaga kerja sedang berkemas-berkemas seperti hendak berpergian. Kemudian juga dilihatnya pemilik rumah sedang menyiapkan kapal untuk memberangkatkan orang-orang tersebut.

“Ketika itu juga kita gerebek. Rumah yang dijadikan penampungan itupun kita geledah. Ternyata mereka semuanya TKI dan yang memiliki rumah dan menyiapkan kapalnya pelaku trafficking sekaligus tekong TKI,” katanya.

Rumah yang digunakan untuk penampungan TKI itu, lanjutnya, merupakan rumah milik warga setempat yang telah disewa pelaku cukup lama untuk melancarkan bisnisnya. Dalam rumah itu juga didapati 12 TKI ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Diantaranya 10 TKI yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia dan 2 TKI lainnya baru pulang dan tiba dari Malaysia ke rumah penampungan. Kemudian juga diamankan barang bukti beberapa dokumen penting yaitu pasport dan lainnya serta dua unit Hp merek Nokia yang digunakan pelaku untuk komunikasi dengan pihak terkait di perbatasan dan Malaysia.

Seluruh TKI itu, sambungnya, sudah diserahkan Polres Bintan ke Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) di Batu 12, Kota Tanjungpinang. Sedangkan pelakunya yang terbukti melakukan tindak pidana trafficking dan juga menjadi tekong keberangkatan TKI ditahan di sel tahanan Mapolres Bintan.

“Pelaku sudah lama menjalankan bisnis dengan menjanjikan kepada TKI itu untuk bekerja di Perusahaan Sawit Malaysia,” jelasnya.

“Akibat tindakan tersebut pelaku kita jerat dengan Pasal 4 Jo Pasal 10 Undang-Undang (UU) RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO atau Pasal 102 Ayat 1 Huruf (a) UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar