Jika Terbukti Menistakan Agama, Ahok Terancam Batal Maju di Pilgub

1862
Pesona Indonesia
Ahok-Djarot. Foto Fatra/jpnn.com
Ahok-Djarot. Foto Fatra/jpnn.com

batampos.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terancam gugur dari pencalonan di Pilkada DKI Jakarta 2017 jika terbukti melakukan penistaan agama terkait polemik surah Al Maidah.

“Ahok akan gugur jika terbukti menistakan agama. Sebab penistaan agama kan sudah termasuk delik aduan yang punya sanksi pidana,” kata Pengamat Politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Senin (10/10).

Terkait permintaan maaf yang sudah disampaikan Ahok, Idil menilai tidak akan signifikan memengaruhi pandangan pemilih muslim terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu Alasannya, ucapan Ahok soal surah Al Maidah dinilai cukup fatal.

“Permintaan maaf menurut saya tidak akan cukup memberi pengaruh positif kepada Ahok. Meski muslim memaafkan namun penistaan agama tetap dituntut untuk terus dilanjutkan kasusnya,” jelas Idil.

Sementara itu, parpol pendukung Ahol seperti PDIP, Golkar, Nasdem dan Hanura, hanya akan berlepas tangan ketika persoalan ini semakin menguat. Sebab, pembenaran yang disampaikan oleh parpol pengusung bisa menambah panas suasana.

“Sikap mereka membela Ahok tentu saja dalam kapasitas kepentingan Pilkada terutama di dalam menjaga tren positif terhadap Ahok dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar nantinya. Sebab, jika Ahok sampai terbukti menistakan Islam dan karenanya digugurkan sebagai cagub, terutama parpol pendukung juga akan merugi,” pungkasnya. (fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar