Pembangun Pusat Perkantoran Pemkab Anambas Butuh Anggaran Rp 500 Miliar

531
Pesona Indonesia
Pembangunan pusat perkantoran Pemkab Anambas  di Pasir Peti, Desa Tarempa Timur. foto:syahid/batampos
Pembangunan pusat perkantoran Pemkab Anambas di Pasir Peti, Desa Tarempa Timur. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk membangun pusat perkantoran yang ada di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, terus menemui kendala. Kendala yang bakalan dihadapi yakni mengenai ketersediaan dana. Pasalnya saat ini keuangan daerah sedang mengalami defisit. Sementara itu untuk membangun pusat perkantoran itu sendiri membutuhkan dana lebih dari Rp 500 miliar.

Pembangunan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebanyak 20 membutuhkan dana sekitar Rp 441,31 miliar, pembangunan kantor Bupati Kepulauan Anambas tahap ketiga sebesar 22,48 miliar dan pembangunan Kantor DPRD lebih kurang Rp 32 miliar. Jadi totalnya sekitar 495,83 miliar.

“Itu belum termasuk pembebasan lahan, dan pembangunan tahap pertama dan kedua kantor Bupati, Jadi kalau ditotal semuanya lebih dari Rp 500 miliar,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas, Roni Franata kepada wartawan.

Besaran tersebut, kata Roni, sudah jauh berkurang dari perencanaan sebelumnya. Pada perencanaan sebelumnya banyak bangunan yang harus dibangun karena pada perencanaan awal, pusat perkantoran akan dibangun di lahan seluas 72 hektare. Namun karena pembebasan lahannya hanya bisa dilakukan seluas 49 hektar, maka ada perubahan perencanaan.

“Kalau jadi dibangun di lahan 72 hektar, diperkirakan akan memakan biaya lebih kurang 800 miliar, tapi karena lahannya yang bisa dibebaskan hanya 47 hektar, maka ada perubahan perencanaan sehingga biayanya menjadi berkurang,” jelasnya.

Meski demikian pembangunan pusat perkantoran tetap tidak bisa dilaksanakan sekaligus. Pembangunannya harus dilaksanakan secara bertahap. Namun demikian, Roni tidak bisa memastikan kapan pembangunan pusat perkantoran itu akan selesai.

“Kita tak bisa memastikan kapan pusat perkantoran itu akan selesai karena anggarannya sangat minim, tidak seperti tahun 2012 dan 2013 lalu. Kalau anggarannya ada pasti kita akan percepat pembangunannya,” ungkapnya lagi.

Karena uang di daerah terbatas, maka pada tahun 2017 nanti pembangunannya akan diupayakan 10 gedung dulu termasuk kantor Bupati. “Kita sesuaikan dengan ketersediaan dana, kalau ada dana kita akan kerjakan,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar