Perampungan Jembatan Dompak Terganggu Hujan

1360
Pesona Indonesia
Jembatan Dompak hampir rampung. foto:yusnadi/batampos
Jembatan Dompak hampir rampung. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Hujan deras yang melanda Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, belakangan ini turut memengaruhi percepatan penyelesaian Jembatan I Dompak. PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor akan menggesa penyelesaikan pekerjaan tersebut dalam pekan ini.

“Kendala pekerjaan penyelesaian Jembatan I Dompak saat ini, hanya masalah cuaca saja,” ujat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan I Dompak, Rodi Yantari kepada koran Batam Pos, Minggu (9/10) di Tanjungpinang.

Menurut Pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri itu, pekerjaan yang terisa saat ini adalah pengecoran bentangan busur yang terakhir atau ketiga. Masih kata Rodi, pekerjaan tersebut harusnya dilakukan sejak Kamis (6/10) lalu. Akan tetapi, karena hujan deras pekerjaan tersebut urung dilakukan. Dikatakan Rodi, apabila kondisi cuaca mendukung besok (hari ini, red) pekerjaan tersebut akan di mulai dilaksanakan.

Lebih lanjutnya, pada bentangan busur yang ketiga ini, proses pengecorannya hanya dua kali. Artinya butuh waktu sepekan untuk mengerjakan itu. Ia berharap, kondisi cuaca tetap mendukung. Sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik.

“Pekerjaan kita tingggal itu saja. Kita berdoalah, mudah-mudahan cuaca bersahabat,” harap Rodi.

Ditambahkan Rodi, untuk pekerjaan pemasangan cable stay di bentangan busur pertama dan kedua sudah rampung dikerjakan. Meskipun pekerjaan saat ini, diganggu oleh cuaca, pihaknya tetap optimis, Jembatan I Dompak akan selesai sesuai dengan kontrak kerja yang ada.

“Targetkan kita tetap pekan kedua Oktober ini. Meskipun kontrak kerjanya sampai akhir Oktober nanti. Pekerjaan tambahan lainnya akan dilakukan pada 2017 mendatang,” tutup Rodi.

Seperti diketahui, Jembatan Dompak senilai Rp 312 miliar tersebut merupakan salah satu proyek strategis daerah yang rencananya akan disahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada saat menghadiri kegiatan puncak Festival Bahari Kepri (FBK) 29 Oktober mendatang. Jembatan yang diberi nama Hang Tuah tersebut juga diusulkan LAM Kepri untuk diganti namanya menjadi Muhammad Sani.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar