Polisi Temukan Dua Kuburan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

1044
Pesona Indonesia
Padepokan Dimas Kanjeng dilihat dari udara menggunakan drone. Foto: Radar Bromo/JPGrup
Padepokan Dimas Kanjeng dilihat dari udara menggunakan drone. Foto: Radar Bromo/JPGrup

batampos.co.id -Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap polisi karena diduga menjadi dalang pembunuhan dua muridnya bakal terjerat banyak kasus lainnya. Termasuk dugaan penipuan terhadap ribuan korbannya dengan iming-iming bisa menggandakan uang.

Tak hanya itu, polisi juga tengah menyelidiki kematian wanita asal Sulawesi Selatan yang menjadi donatur paling besar (Rp 200 miliar) di Padepokan Dimas Kanjeng. Ada dugaan kalau wanita itu meninggal karena diracun.

Belum tuntas penyelidikan kasus-kasus tersebut, Dimas Kanjeng bakal dijerat lagi kasus lain, jika dua kuburan yang ditemukan polisi di padepokan Dimas Kanjeng juga korban pembunuhan.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin menjeskan bahwa pihaknya masih mendalami penemuan dua kuburan pria dan perempuan di padepokan Dimas Kanjeng Tata Pribadi. Polisi pun menyelidiki apakah dua kuburan itu diperuntukkaan korban pembunuhan Dimas Kanjeng.

Nah, tapi di tengah pendalaman soal dua kuburan misterius itu muncul laporan baru bahwa ada satu pengikut yang diduga tewas di padepokan. Kini polisi sudah mengantongi identias orang tersebut. Dia adalah warga Magetan, Jatim.

“Jadi, kami temukan tiga orang pengikut yang diduga kuat meninggal di padepokan. Dua pengikut dikubur di sekitar padepokan, seorang yang lain dibawa pulang ke rumahnya di Magetan,” ujar Arman kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Kata kapolres, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dua orang yang dikubur di sekitar padepokan meninggal pada 2013 silam. Sedangkan yang dari Magetan, meninggal pada 2016.

Kini proses penyelidikan dimulai dengan korban asal Magetan. Meski jenazahnya tidak dikubur di padepokan, Arman mengaku akan mencari tahu apakah dia meninggal dengan cara wajar atau tidak.

Nah, untuk dua kuburan di padepokan, Arman mengaku pihaknya belum mendapatkan identias penghuni kubur itu. “Penyelidikan harus diawali dengan mengetahui identias korban terlebih dulu,” ujarnya.

Apakah kuburan itu akan dibongkar untuk kepentingan penyelidikan, Arman menjawab diplomatis. “Kami tidak bisa langsung membongkar kuburan itu,” kata dia.

Begitu juga soal detail lokasi dua kuburan itu. Menurut Arman, pihaknya masih merahasiakannya. “Yang pasti kami sudah temukan dua kuburan itu,” ujarnya. (mas/hn)

Respon Anda?

komentar