Ratusan Taekwondoin Ikut UKT di GOR Citramas Batam

1373
Pesona Indonesia
Sabeum Soewito Trikusuman melihat jalannya ujian kyorugie atau perkelahian saat Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilaksanakan di Gor Citramas, Nongsa, Minggu (9/10). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Sabeum Soewito Trikusuman melihat jalannya ujian kyorugie atau perkelahian saat Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilaksanakan di Gor Citramas, Nongsa, Minggu (9/10). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pengurus Taekwondo Citramas Batam melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti lebih dari 250 Taekwondoin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor Citramas, Nongsa, Minggu (9/10), mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Ujian itu diikuti dari berbagai tempat latihan seperti Dojang Citra Mas, Dojang Harapan Utama, Dojang Tunas Bangsa, Dojang Kharisma, Dojang Theodore, Dojang Avava, Dojang Bengkong Laut, Dojang Laksamana Cheng Ho, Dojang Sunrise, Dojang Cahaya Garden, Dojang UIB, Dojang Club House Anggrek Mas 3, Dojang Harbour Bay Mall, dan Dojang Hanin Taekwondo Centre yang terletak di gedung LAM Batamcentre.

Master Siauw Lung Wu salah satu penguji nilai pada UKT itu mengatakan, terpilihnya GOR Citramas sebagai tempat kegiatan tersebut karena menurutnya, Citramas Sport Club sangat mendukung prestasi Taekwondoin. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa Taekwondoin di Citramas yang menjadi atlet Taekwondo Nasional dan Internasional.

“Kami puas dengan prestasi yang selama ini diraih oleh anak didik kami, meskipun selama ini sepenuhnya kami hanya didukung dari klub. Tapi dengan prestasi yang kami raih kami bisa membuat bangga warga Batam dan Kepri. Tentunya kami banyak berterimakasih pada bapak Chris Wiluan selaku Pembina Citramas Sport Club, yang sudah banyak mendukung para atlet,” ujar Siauw Lung Wu.

Siauw Lung menambahkan, adapun UKT ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap 4 bulan sekali oleh pengurus Dojang Citramas. Ujian ini dilakukan untuk mengukur kemampuan para Taekwondoin sehingga berhak untuk naik ke tingkatan sabuk selanjutnya.

“Yang mengikuti ujian kenaikan tingkat itu dari sabuk putih sampai dengan sabuk merah strip hitam 2. Untuk materi ujian diantaranya fisik, jase atau gerakan dasar, poomsae atau jurus, kyorugie atau perkelahian dan teknik-teknik tangkisan, pukulan dan tendangan,” ujar peraih medali perak di Olimpiade Barcelona tahun 1992 itu.

Master Siauw Lung Wu yang didampingi Sabeum Soewito Trikusuman, Sabeum Nim Sintje, Sabeum Hianwi Fardiman, Sabeum Maulana Rafli, Sabeum Guntur dan Sabeum Dicky memberi bimbingan dan arahan kepada ratusan Taekwondoin yang sedang mengikuti ujian kenaikan tingkat.

“Untuk tim penguji kita ada 7 orang yang terdiri dari penguji nilai dan penguji gerak,” ujar pemegang sabuk hitam Dan VII Internasional Kukkiwon itu.

Diharapkannya, dengan UKT ini, pengalaman atlet semakin meningkat. Dia juga berharap, UKT ini dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuan para Taekwondoin agar bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar lagi. Tetapi yang paling penting katanya, dari UKT ini anak asuhnya dapat menjadi pribadi yang baik.

“Dari atlet yang kami bina kami tidak berharap muluk-muluk. Yang penting bagi kami bahwa mereka yang kami latih di sini bisa menjadi pribadi yang baik, rajin, disiplin dan tangguh. Buat apa juga kalau juara di tingkat nasional dan internasional tetapi sombong dan tidak memiliki sopan santun,” ujarnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar