Rumah Ludes Terbakar, Nenek Ini Menderita Kerugian Rp 200 Juta

404
Pesona Indonesia
Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau rumah warga yang ludes terbakar. foto: istimewa
Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau rumah warga yang ludes terbakar. foto: istimewa

batampos.co.id – Rumah Koei Lim, 52, warga RT 08/RW 02, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir (Binsir), ludes terbakar hingga rata dengan tanah, Jumat (7/10) 19.30 WIB. Beruntung nyawa wanita paruh baya atau lanjut usia itu berhasil diselamatkan warga setempat dari kobaran api yang meludeskan rumah panggungnya itu.

Informasi di lapangan, sebelum kejadian korban sempat menonton tayangan favoritnya di televisi. Baru beberapa menit menonton, tiba-tiba saja listrik padam atau skringnya loncat. Lantas korbanpun ingin mengecek dan menyalakan kembali Mini Circuit Breker (MCM) yang berada di bagian depan rumahnya. Ketika itu juga korban melihat api sudah berkobar dan menjalar.

“Nenek itu teriak minta tolong. Kami pun keluar dari rumah. Yang buat kami tak nyangka, rumah nenek itu sudah terbakar,” ujar salah satu tetangga korban, Udin.

Melihat api kian membesar, lanjutnya, ia beserta warga lainnya berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkan nyawa nenek itu. Sedangkan lainnya berusaha keras memadamkan api dengan menyemburkan air melalui selang dari rumah ke rumah serta mengangkatnya dengan ember.

“Neneknya berhasil kami selamatkan. Tapi rumah beserta harta bendanya sudah ludes dan lenyap dilalap api,” bebernya.

Kanitreskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Brasta Pratama Putra membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan rumah panggung hunian wanita lansia di Desa Kelong, Kecamatan Binsir. “Dugaan sementara kobaran api itu muncul karena konsleting listrik. Atau hubungan arus pendek,” katanya.

Dari hasil indentifikasi, lanjutnya, daya listrik dengan penggunaan listrik tidak seimbang. Sehingga ketika korban sedang menonton tv secara tiba-tiba listrik padam. Akibatnya pertemuan antara kabel yang mengaliri arus listrik itupun korslet dan menimbulkan percikan api. Karena rumah itu terbuat dari kayu, sambungnya, api dengan mudahnya menjalar dan membesar. Bahkan mampu meludeskan seluruh bagian rumah hingga rata dengan tanah.

“Satu jam kemudian api baru berhasil dipadamkan. Kondisi nenek itu sudah membaik tapi bersangkutan mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar