Sehari Bersama Mereka, Dekatkan Napi dan Keluarga

551
Pesona Indonesia
Para napi dan tahanan mendapat kunjungan keluarga di Lapas Karimun dalam program Sehari Bersama Mereka. foto:tir haryono/batampos
Para napi dan tahanan mendapat kunjungan keluarga di Rutan Karimun dalam program Sehari Bersama Mereka. foto:tir haryono/batampos

batampos.co.id – Kementerian Hukum dan HAM, secara serentak mengadakan acara ” Sehari Bersama Mereka” di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pemasyarakatan, Minggu (9/10). Acara ini sebagai bentuk untuk memenuhi hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam hal mendapatkan kunjungan oleh keluarga maupun kerabat di Rumah Tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) secara serentak.

”Jadi mereka kita berikan kesempatan berjumpa dengan keluarga maupun kerabat secara serentak. Artinya, baik narapidana maupun tahanan (Nata) diberikan besuk bersama sehari penuh sesuai dengan jam kerja,” jelas Kepala Rutan Klas II B Karimun Haswem Hasan di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, selain diberikan kesempatan untuk membesuk juga diisi dengan revolusi mental tentang wawasan kebangsaan oleh Dandim 0317/TBK Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung dan Wakapolres Karimun. Dengan diberikan kesempatan kunjungan bagi anggota keluarga kepada para WBP, ini sebagai salah satu program pembinaan untuk menjalin talisilaturahim antara mereka.

Sebagai informasi, di Rutan Klas IIB Karimun ini jumlah WBP mencapai 439 orang dengan jenis kelamin 410 laki-laki dan 29 perempuan. Sementara kapasitas di Rutan itu sendiri hanya 269 orang, namun demikian tidak menjadi masalah dalam pembinaan.

”Mayoritas 40 persen WBP adalah tersangkut narkotika. Kita berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada WBP dalam pembinaan, sebelum dilakukan pemindahan ke Lapas nantinya,” tuturnya.

Ditanya apakah Rutan Klas IIB Karimun sudah menggunakan sistem data base dalam pelayanan bagi yang ingin membesuk. Ia mengatakan, bahwa sistem data base sudah dilaksanakan jauh-jauh hari dan langsung terpantau oleh pusat. Sehingga, bisa mengintregasikan WBP dengan para pembesuk. Dan nanti, ketika sudah selesai menjalani hukuman diharapkan mereka bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

”Jangan dipandang sebelah matalah mereka (WBP-red). Buktinya, WBP kita juara kedua terbaik se Indonesia dalam lomba terompa panjang dan masuk muri beberapa waktu lalu,” kata Haswem.

Pantauan di lapangan, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh keluarga maupun kerabat WBP. Mereka ramai berkunjung dan antri untuk membesuk saudaranya. Mengingat, kunjungan seperti biasanya terbatas yaitu untuk narapidana di jadwalkan Senin, Rabu dan Jumat. Kemudian, tahanan Selasa, Kamis dan Sabtu. ”Jenguk suami bang. Lumayan ada kesempatan ini,” kata salah seorang pengunjung. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar