Yunita Jalani Diet Nasi Merah Turunkan Obesitas

1185
Pesona Indonesia
Yunita dengan didampingi Tumiyatun, sang ibu, asyik mewarnai gambar pada Minggu (9/10) di Irna Anak Ruang Bobo Kelas I RSUD dr Soetomo, Surabaya. / Foto: Septinda Ayu Pramitasari/Jawa Pos
Yunita dengan didampingi Tumiyatun, sang ibu, asyik mewarnai gambar pada Minggu (9/10) di Irna Anak Ruang Bobo Kelas I RSUD dr Soetomo, Surabaya. / Foto: Septinda Ayu Pramitasari/Jawa Pos

batampos.co.id – Yunita Maulidia, gadis obesitas asal Desa Grinting, Kecamatan Sidoarjo, menjalani rawat inap di RSUD dr Soetomo sejak dua minggu lalu. Dari hari ke hari, kondisi dara 16 tahun itu semakin menunjukkan kemajuan. Selain terus dipantau tim dokter, pola makan Yunita diatur secara ketat.

Sudah sembilan hari terakhir, ahli gizi rumah sakit mengganti menu nasi putih dengan nasi merah. Saat dikunjungi Jawa Pos (grup batampos.co.id) di Irna Anak Ruang Bobo Kelas I RSUD dr Soetomo, Minggu (9/10), Yunita sedang duduk santai di atas tikar kecil di depan kamar inapnya.

Wajah putri pasangan Padi dan Tumiyatun tersebut terlihat semringah dan lebih segar. Bahkan, komunikasinya juga cukup bagus. Dia baru saja menyelesaikan makan siangnya dengan begitu lahap. Menunya tampak lezat. Ada ayam goreng, sup, telur asin, tahu, dan nasi merah.

“Udah kenyang ya, Yun?” tanya Tumiyatun, sang ibu. Yunita langsung mengangguk.

Awalnya Yunita menganggap rasa nasi merah sedikit aneh. Tetapi, lambat laun dia terbiasa.

“Enggak boleh makan nasi putih. Enggak bagus. Harus nasi merah,” ujar Yunita.

Dalam sehari, Yunita dijatah makan tiga kali. Buah segar dan agar-agar menjadi makanan selingannya. Tumiyatun mengatakan, ahli gizi memberikan jatah menu makan 3.500 kalori setiap hari untuk mengimbangi berat dan tinggi badan Yunita. Nasinya menggunakan nasi merah.

“Kata dokter, Yunita tidak boleh dipaksa cepat kurus. Yang penting sembuh dulu sama diatur pola makannya,” kata Tumiyatun.

Saat masuk RSUD dr Soetomo pada 26 September lalu, Yunita ditimbang ulang oleh tim dokter dengan menggunakan timbangan berskala internasional.

Bobot awal Yunita saat masuk RSUD milik provinsi itu adalah 123 kilogram. Menu makan yang diberikan juga masih standar seperti biasa. Yakni, tiga kali sehari.

Namun, setiap hari berat badan Yunita justru naik. Hingga hari kelima, bobot Yunita naik menjadi 125 kilogram.

“Setiap hari naiknya kurang lebih setengah kilogram. Awalnya saya sempat dikira (oleh tim dokter, Red) kasih makan (memberikan makan Yunita, Red) di luar (menu, Red) dari rumah sakit,” ujarnya.

Setelah berat badan Yunita naik, pihak rumah sakit sempat menambah jumlah kalori menjadi 7.000. Dengan begitu, dalam sehari, Yunita diberi jatah makan enam kali. Porsinya tetap normal plus buah apel. Jadwal makannya adalah pukul 05.00, 09.00, 12.00, 15.00, 17.00, dan 20.00. Namun, menu yang disediakan tersebut tidak dihabiskan Yunita.

“Pemberian makan enam kali sehari itu hanya sekali. Mungkin dokter ingin tahu kebiasaan makan Yunita seperti apa,” tuturnya.

Setelah itu, pola makan untuk Yunita kembali normal. Yunita hanya diberi jatah 3.500 kalori setiap hari. Menunya pun tidak dikurangi. Namun, nasi putihnya diganti dengan nasi merah. Bobot Yunita pun terus dipantau. Saat ditimbang kemarin, berat badan Yunita turun menjadi 123,7 kilogram.

“Alhamdulillah, sudah mulai turun,” ujar Tumiyatun.

Selama di rumah sakit, Yunita juga melakukan banyak aktivitas fisik. Setiap bangun pagi, dia langsung bergegas mandi dan sarapan. Setelah itu, dengan didampingi ibunya, Yunita menikmati udara pagi dengan berjalan-jalan di taman rumah sakit. Yunita bisa berjalan hingga lebih dari 1 kilometer. Jalan-jalan santai itu dilakoni Yunita setiap pagi dan sore.

“Kalau pagi suka lihat merak sama mainan bandulan (ayunan) di taman,” kata Yunita.

Dara kelahiran 14 Juni 2000 tersebut juga paling bersemangat kalau diajak ikut senam. Beberapa kali dia bergabung dengan kelompok senam aerobik di rumah sakit. Pihak rumah sakit pun selalu memberikan motivasi kepada Yunita agar suka bergerak. Hasilnya sangat positif. Yunita semakin semangat beraktivitas dan lebih interaktif dalam berkomunikasi.

Yunita kini juga memiliki hobi baru, yaitu mewarnai. Kemarin, setelah makan, Yunita menghabiskan waktunya untuk mewarnai. Jika sudah memegang buku mewarnai dan pensil warna, Yunita susah diganggu. Dia begitu berkonsentrasi dan asyik memilih pensil warna, lalu menorehkannya ke dalam gambar.

“Ini gambar Sofia. Ada di televisi. Tak kasih pink bajunya,” kata Yunita. (ayu/c7/pri/sep/JPG)

Respon Anda?

komentar