Kejar FBK, Penyelesaian Gedung Gonggong Digesa

476
Pesona Indonesia
Gedung Gonggong di Tepi Laut Tanjungpinang. foto:fatih/batampos
Gedung Gonggong di Tepi Laut Tanjungpinang. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Gelaran akbar Festival Bahari Kepri tinggal menghitung hari. Sejumlah lokasi yang bakal menjadi tempat penyelenggaraan mulai dipersolek. Bahkan pengerjaan infrastruktur yang memasuki tahap akhir makin digesa pengerjaannya. Satu di antara yang sedang ingin digesa bisa rampung tepat pada penyelenggaran FBK adalah Gedung Gonggong.

Memang bila merujuk kontrak pengerjaan, gedung yang dibangun di kawasan tepi laut ini paling lambat selesai akhir bulan ini. Namun, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan, momentum FBK ini mesti dikejar agar bisa disempenakan sebagai gelanggang pesta akbar tersebut.

“Ya harus selesai jelang FBK. Karena kami ingin kenalkan Gedung Gonggong ini ke banyak orang yang datang,” kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, kemarin.

Lis cukup bangga dengan pencapaian pembangunan ini. Karena, kata dia, ketika pembangunan gedung ini dipaparkan ke pemerintah pusat, ada banyak apresiasi yang diterima. “Mereka (pemerintah pusat, red) kagum dengan gedung ini. Mereka mengakui Gedung Gonggong adalah terobosan yang jitu dan bakal berdaya guna buat pembangunan pariwisata,” ujarnya.

Gedung Gonggong di kawasan Tepi Laut nantinya bakal dikelola secara bersama. Artinya, tidak ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang secara khusus menangani pengelolaan gedung yang sedang tahap akhir penyelesaiannya ini.

“Seperti cita-citanya. Gedung ini harus multifungsi alias serba guna untuk banyak kegiatan,” ungkap Lis.

Di antara SKPD yang bakal dilibatkan dalam pengelolaan Gedung Gonggong adalah Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata serta Satpol PP Kota Tanjungpinang.

Lis menyebutkan DKPP bertugas mengawasi pertamanan. Sementara Satpol PP mengawasi keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Lalu Disperindag berkenaan dengan akomodasi produk-produk UMKM untuk dipromosikan di sana.

“Dinas Pariwisata tentu promosi dan menjamu wisatawan yang berkunjung. Jadi kalau dikelola keroyokan pasti lebih maksimal,” ungkapnya.

Tinggal dalam hitungan hari, Gedung Gonggong bakal rampung. Lis menyebutkan tahapan pembangunan sudah seperti yang ditargetkan. Semuanya, kata dia, sudah sesua dengan rencana yang dicanangkan. Memang sedari dulu tidak dibangun besar-besar sehingga memakan lahan yang luas.

Karena rupanya Lis menginginkan agar tetap ada ruang terbuka untuk dibangun sejumlah fasilitas umum yang bisa dinikmati masyarakat luas. Dengan begitu ada banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat yang menikmati waktu senggangnya di kawasan Tepi Laut.

Secara rinci, Gedung Gonggong dibangun dua tingkat. Lantai dasar untuk beberapa ruang perkantoran. Sedangkan lantai paling atas dibuat untuk ruang rapat atau ruang serbaguna. Dalam Detailed Engineering Design (DED), sengaja didesain gedung tersebut tinggi dari lantai dasar ke lantai dua agar bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk melihat langsung pemandangan laut.

Nanti gedung tersebut dikelilingi dengan pagar aluminium. Selain itu, di sekelilingnya dibuat taman-taman yang memang sudah ditata rapi sesuai dengan master plan-nya. Gedung itu, selain tersedia ruang VVIP, akan dihiasi lampu tembak yang diletakkan di sekeliling gedung. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar