KKP Kerjasama Lima Negara untuk Selamatkan Keragaman Hayati Laut

322
Pesona Indonesia
Tim Peneliti Coremap-CTI Kabupaten Bintan sedang mendata seegrass di Zonasi Konservasi Perairan Daerah di Kecamatan Tambelan. foto:harry/batampos
Tim Peneliti Coremap-CTI Kabupaten Bintan sedang mendata seegrass di Zonasi Konservasi Perairan Daerah di Kecamatan Tambelan. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah membentuk kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima negara melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI) pada tahun 2016 ini. Jaringan kerjasama itu dibentuk sebagai langkah strategis untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati laut yang berada di perairan perbatasan.

“Untuk penyelamatan hayati laut di Indonesia, kami kerjasama dengan negara-negara lain. Yaitu Malaysia, Filipina, Timor Leste, Salomon Island, dan Papua Nugini,” ujar Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati, Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, KKP, Suraji ketika dikonfirmasi, Senin (10/10).

Perairan Indonesia khususnya di wilayah perbatasan banyak didiami keanekaragaman hayati laut. Dari hasil indentifikasi KKP, ditemukan 22 jenis ikan yang populasinya sudah mulai berkurang atau terancam punah. Itu semua dikarenakan maraknya aktivitas penjarahan ataupun penangkapan ikan yang dilakukan dengan jumlah yang banyak serta menggunakan bahan berbahaya. Kemudian juga maraknya aktivitas pembuangan limbah yang dilakukan oleh kapal-kapal asing di perairan perbatasan.

Untuk menyelamatkan hayati laut yang terancam punah itu, kata dia, harus dengan langkah strategis yaitu membentuk kerjasama dengan negara-negara perbatasan. Sebab, negara tetangga yang jaraknya lebih dekat serta mengetahui dan memahami seluk beluk masalah yang dihadapi.

“Apabila ada kasus penjarahan ataupun pembuangan limbah di perairan perbatasan. Kita bisa langsung cari tahu asal usulnya, sebab lokasinya pasti di perairan antara kedua negara,” katanya.

“Kita juga bisa langsung berkoordinasi secara diplomatik untuk menyelesaikan masalah-masalh tersebut,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Pelaksana Seksi Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP RI, Risris Sudarisman. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar