Leher Mahendra Disangga Plat Baja

656
Pesona Indonesia
Mahendra sebelum operasi (kiri) dan setelah operasi / Cover Asia Press/Fasial Magray via Daily Mail
Mahendra sebelum operasi (kiri) dan setelah operasi / Cover Asia Press/Fasial Magray via Daily Mail

batampos.co.id – Mahendra Ahirwar lahir dengan kondisi cacat. Otot-otot di tulang lehernya sangat lemah sehingga tidak bisa menyangga kepalanya. Akibatnya, kepalanya selalu miring 180 derajat. Hal itu membuatnya tidak bisa melakukan banyak hal dengan normal.

ABG 13 tahun asal Madhya Pradesh, India, itu pun selalu tinggal di rumah. Tidak bisa sekolah dan membutuhkan bantuan untuk makan serta ke toilet. Namun, hidup Mahendra berubah setelah ibu dua anak asal Liverpool, Inggris, membaca ceritanya.

Adalah Julie Jones yang sangat tergugah dengan kondisi Mahendra dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar GBP 12 ribu (setara Rp 193 juta). Donasi itu kemudian digunakan untuk biaya operasi Mahendra.

”Ini keajaiban. Dia terlihat luar biasa. Lehernya lurus dan hidupnya berubah sama sekali,” ujar ayah Mahendra, Mukesh Ahirwar, 41, kepada MailOnline.

Ditambahkan Mukesh anak lelakinya berubah setelah operasi. Awalnya, mereka merasa akan kehilangan Mahendra seiring kondisinya tersebut. ”Saat lehernya tertekuk, dia sangat pemalu. Namun sekarang dia merasa seperti orang normal. Kami bisa melihat level kepercayaan dirinya meningkat pesat,” kata Mukesh.

Tak hanya itu, Mahendra sangat bahagia. ”Dia mengatakan bisa melihat perbedaannya dan dia menyukainya,” sambungnya. Dikisahkan Mukesh, Mahendra lahir dengan kondisi normal. Namun, seiring pertambahan usia, tulang dan otot lehernya semakin lemah. Akhirnya, lehernya tertekuk karena tidak sanggup menyangga kepala.

Mereka sejatinya rutin mengunjungi dokter dan mencari pengobatan alternatif. Namun, dua tahun yang lalu, usaha itu dihentikan. Mereka memutuskan untuk berhenti berusaha dan pasrah. ”Saya tidak bisa melihat Mahendra menderita. Saya melihatnya putus asa. Dia tidak bisa melakukan apa pun secara mandiri,” kata ibunya Sumitra, 36.

Kata Sumitra, dia selalu menggendong Mahendra kemana-mana. Adiknya, Surendra, 11, dan kakaknya Manisha, 14, serta abangnya Lalit, 17, setiap hari sekolah. Sedangkan Mahendra di rumah. Teman-temannya pun menjauhinya.

Namun, usaha Julie Jones untuk membantu Mahendra berbuah manis. Selain mendapatkan uang sumbangan, dokter spesialis bedah tulang belakang Dr Rajagopalan Krishnan dari RS Apollo, di Delhi, India bersedia membantunya juga.

Dalam operasi tersebut Dr Krishnan yang selama 15 tahun bekerja di Inggris, harus membuka bagian depan leher Mahendra. Kemudian, semua tulang leher di ambil untuk diganti dengan tulang pelvis. Dokter juga meletakkan plat baja untuk memastikan lehernya lurus.

Julie Jones yang membuka donasi mengatakan dia sangat ingin membantu Mahendra sesaat setelah membaca beritanya. ”Saya memikirkan anak lelaki saya dan membayangkan bila itu terjadi padanya,” kenang Julie.

Operasi dilakukan pada Februari dan setelah tujuh bulan, Mahendra bisa tersenyum dengan leher barunya. ”Kebahagiaan sudah menemukan rumah kami setelah operasi ini selesai. Saya merasa terberkati,” kata Mukesh. (*/tia/jpg)

Respon Anda?

komentar