Menpora Targetkan Indonesia Masuk 10 Besar di Asian Games 2018

379
Pesona Indonesia
Mempora Imam Nahrawi. Foto: istimewa
Mempora Imam Nahrawi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penyelenggaraan Asian Games (AG) 2018 di Jakarta dan Palembang idealnya diiringi dengan kesuksesan prestasi atlet-atlet Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, tidak ingin Indonesia hanya dikenang sebagai tuan rumah yang baik. Imam menginginkan Indonesia dikenang dengan prestasi yang hebat di multievent terakbar di Asia tersebut.

Karena itu, sudah sepantasnya berkaca pada penyelenggaraan AG 1962 di Jakarta. Saat itu menjadi titik puncak kejayaan Indonesia di arena persaingan olahraga bangsa-bangsa Asia. Kontingen Merah Putih berhasil merebut 21emas, 26 perak, dan 30 perunggu untuk menduduki posisi runner-up pada klasemen akhir perolehan medali.

Namun, setelah itu posisi Indonesia terus merosot. Dalam dua dekade terakhir saja, Indonesia tidak pernah masuk posisi sepuluh besar. Di AG 2014 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, Indonesia hanya mencatatkan diri di peringkat ke-17.

Kesempatan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di Asian Games kini terbuka lagi. Dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018, yang akan dilangsungkan di Jakarta dan Palembang, Indonesia mendapatkan sejumlah keuntungan.

Yakni, dukungan penonton yang fanatik, arena pertandingan yang lebih dikenal para atlet, serta iklim yang akrab dengan kontingen Indonesia. Terlebih, ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang menjadi privilege tuan rumah untuk dipertandingkan.

Menpora mengungkapkan, menjadi tuan rumah memang sebuah keuntungan tersendiri. Tapi, bukan itu modal utama Indonesia untuk mendulang prestasi di Asian Games 2018.

”Modal utama kami adalah kesiapan para atlet untuk menunjukkan performa maksimalnya ketika bertanding. Karena itu, saat ini kami terus menyiapkan para atlet melalui pelatihan yang terarah. Agar saat AG 2018 berlangsung, mereka berada di puncak performa,” ujar Imam.

Pelatihan yang dilakukan tidak sebatas meningkatkan keterampilan dan keahlian teknis para atlet di olahraga yang mereka tekuni. Tetapi juga ditujukan untuk membangun aspek-aspek lain yang memungkinkan para atlet makin berprestasi. Misalnya latihan kekuatan, kesiapan mental, pasokan nutrisi, dan kecukupan istirahat.

Menurut Imam, dengan berbagai persiapan tersebut dan posisi sebagai tuan rumah, dia yakin bahwa Indonesia bisa memperbaiki peringkat di klasemen perolehan medali. Target Indonesia di AG 2018 adalah masuk peringkat sepuluh besar.

”Memang bukan pekerjaan mudah, tetapi saya yakin Indonesia bisa melakukannya,” tandas Imam. (jpg)

Respon Anda?

komentar