Razia Remaja Ngelem, Malah Temukan Wanita Penghibur dari Berbagai Daerah

1384
Pesona Indonesia
Sejumlah wanita yang ditangkap saat razia oleh Satpol PP dan aparat keamanan. foto:syahid/batampos
Sejumlah wanita yang ditangkap saat razia oleh Satpol PP dan aparat keamanan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) beserta TNI-Polri dan sesepuh Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar razia gabungan pada Jumat (7/10). Dalam razia gabungan itu mereka tidak menemukan satupun pengguna narkoba namun berhasil mengamankan belasan wanita asal luar daerah yang diduga bekerja sebagai wanita penghibur. Ada yang dari Batam, Cianjur Jawa Barat, Natuna, Kalbar, Bintan dan sebagainya.

Mereka ditangkap di beberapa tempat namun umumnya mereka ditangkap saat berada di sejumlah tempat karaoke yang ada di Tarempa dan sekitarnya. Sebagian dari mereka ditangkap di rumah kos.

Plt Kepala Satpol PP Anambas Hamka Lubis, menjelaskan sebenarnya dalam razia gabungan itu tim mengamankan sekitar 29 orang. Sejumlah16 diantaranya perempuan dan 13 lainnya laki-laki. Dari 16 wanita yang terjaring razia tersebut, 9 diantaranya terindikasi merupakan wanita penghibur, sementara 7 lainnya ada yang mengaku sebagai penjual sayuran, penjual VCD, penjual pakaian, pelayan kedai kopi hingga wiraswasta lainnya.

“Kita mengacu pada hasil pemeriksaan, sebagian dari mereka merupakan penjual sayuran dan pedagang lainnya, terkait itu merupakan pekerjaan sambilan, kita tidak bisa pastikan,” ungkapnya kepada wartawan Senin (10-10).

Diakuinya sebenarnya bukan hanya merazia wanita penghibur saja tetapi sebenarnya pihaknya juga menginginkan dapat menangkap remaja yang mabuk dengan menghirup lem maupun dengan mengkonsumsi komix. Namun hal itu tidak dijumpainya.

“Kita tidak menemukan remaja yang ngelem maupun yang sedang mengkonsumsi narkoba,” ungkap

Namun demikian pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan razia lagi hingga remaja ngelem di Anambas bisa diberantas atau minimal dikurangi. Setelah itu akan diberikan peringatan yang keras serta bimbingan supaya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. “Kita belum melakukan razia, tapi nanti pasti akan kita lakukan,” tandasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar