Robot Transformer ala Batam Karya Penjual Es

801
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Suasana Ruko Winner Junction Batuaji pada pekan lalu mendadak dipadati warga. Di lokasi itu dentuman musik beat terdengar dari arah jalan Brigjend Katamso. Tampak dua robot Transformer tengah bergoyang mengikuti alunan musik tersebut.

Dua robot bernama Bumblebee dan Optimus Prime ini merupakan karya Ahmad Syukron, warga Kaveling Pancur RT03/RW01 Tanjungpiayu, Seibeduk. Pria 24 tahun ini hanya membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk membuat replika robot ini.

Untuk membentuk robot ini, Ahmad menghabiskan biaya Rp 3,5 juta. Robot setinggi 2 meter itu berbahan dasar bisa dan dibentuk menggunakan plastik.

“Awalnya dibuat dengan busa tipis. Tapi gagal karena jadi kusut. Jadi dirakit lagi dengan busa yang tebal,” ujar Ahmad.

Ahmad sengaja menciptakan dua robot yang paling digemari anak-anak. Optimus Prime dikenal sebagai pemimpin autobots, sedangkan Bumblebee dalam perannya sebagai sahabat manusia.

Setelah dibentuk, kedua robot ini dicat sesuai dengan bentuk dan warna asli robot autobots yang ada di film Transformer. Untuk satu robot, Ahmad menghabiskan busa dan plastik seberat 15 kilogram.

“Mulai dari kepala sampai kaki dibentuk sesuai dalam film. Sehingga menyerupai bentuk robot aslinya,” terang pria 24 tahun ini.

Sayangnya, kedua robot ini hanya bisa digerakkan secara manual dan tak bisa berubah sesuai film. Dimana setiap robot dapat berubah wujud menjadi mobil.

“Masih digerakkan manual. Untuk menggerakkan saya ajak dua teman,” tutur pria tamatan SMA ini.

Ahmad mengaku penciptaan robot replika ini dari kecintaannya terhadap film Transformer. Ia berfikir untuk meraup uang dari ciptaannya tersebut.

Sebelum menciptakan robot, Ahmad merupakan pedagang es krim keliling. Namun, dagangannya itu semakin hari tak diminati anak-anak.

“Setelah jual es krim saya menganggur selama setahun. Saya berfikir gimana mendapatkan uang yang halal,” terangnya.

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Hasil ciptaan Ahmad tersebut dapat disaksikan seluruh warga Batam. Namun, ia mematok harga bagi warga yang ingin mengabdikan foto bersama robot replika miliknya.

Setiap warga yang ingin mengabdikan foto bersama robot ini dikenakan biaya Rp 5 ribu. Sementara, warga yang ingin menggundang robot ini dikenakan biaya Rp 500 ribu.

“Undangan seperti acara ulang tahun. Tapi jarang, makanya keliling,” tuturnya.

Ahmad mengaku dalam sehari ia bisa tampil dan mengunjungi beberapa lokasi. Setiap harinya, ia meraup keuntungan Rp 300 ribu dan dibagi kepada dua rekannya, yakni Deden dan Agung.

Deden dan Agung bertugas menggerakkan ke dua robot tersebut. Dan mereka merupakan rekan Ahmad saat berdagang es krim.

“Pendapatan biasanya seratus ribu perorang. Kita juga menyewa mobil (pic up) untuk membawa robot ini,” jelasnya.

Ahmad sendiri berharap ke depannya ia akan menciptakan beberapa robot yang lebih kreatif. Agar masyarakat Batam lebih terhibur.

“Robotnya masih digerakkan manual. Mungkin akan direnovasi lagi,” tutupnya. ***

Respon Anda?

komentar