Tangkap Gurita, Delapan Warga Ditangkap karena Langgar Aturan Desa

1336
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Camat Bunguran Selatan atau Cemaga, Saidir Natuna mengatakan, pemerintahan Kecamatan bersama Desa setempat menangkap delapan warga yang melanggarar aturan desa, karena menangkap gurita di pantai.

Dikatakan Saidir, Pemerintahan Kecamatan dan Desa Cemaga sudah menetapkan aturan larangan menangkap gurita dengan alat tangkap yang bisa mengancam kelangsungan gurita.

“Delapan orang ini ditangkap warga, tapi hanya diberikan teguran tegas,” kata Saidir, Senin (10/10).

Dikatakan Saidir, saat ini gurita yang masih ada hanya di wilayah pantai Cemaga. Sementara di pantai desa lain sudah sulit dicari.

“Sekarang pedagang di pasar Ranai menjual gurita masih kecil-kecil. Kapan gurita bisa berkembang biak,” ujar Saidir.

Saidir mengatakan, disepakatinya aturan ini di Kecamatan Bunguran Selatan adalah salah satu upaya mendukung pelestarian kelautan dan perikanan, karena di Kecamatan Bunguran Selatan merupakan kawasan wisata pantai.

Tidak hanya itu, kata Saidir, larangan juga diberlakukan untuk penggunaan kompresor sebagai alat selam.”Nelayan boleh menyelam, tapi menggunakan kompresor dilarang. Sama hal ini menangkap gurita, tak boleh gunakan alat. Tapi boleh dengan penyelaman. Kepiting yang bertelur dan ukuran kecil harus dilepas,” ujar Saidir.

Dikatakan Saidir, di Kecamatan Bunguran Selatan memiliki terumbu karang yang masih lestari, ditambah keberadaan Pulau Kemudi yang menambah eksotis wisata bahari di Cemaga.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar