WFQR Lahir Menjawab Tantangan Keamanan Selat Malaka, Jadi Perhatian Internasional

1028
Pesona Indonesia
Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan bersama Tim WFQR. Tim ini bertugas menumpas perampokan atau kejatahan di laut. foto :istimewa
Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan bersama Tim WFQR. Tim ini bertugas menumpas perampokan atau kejatahan di laut. foto :istimewa

batampos.co.id – Lahirnya tim Western Fleet Quick Response (WFQR) adalah untuk menjawab tantangan keamanan dan pengamanan Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia, yang saat ini telah mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Hal tersebut dijelaskan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, dihadapan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Seskoal Angkatan ke 54 tahun pelajaran 2016 dan para perwira menengah (Pamen) TNI AL yang berlangsung di Hall A, Gedung R.E Martadinata, Seskoal Bumi Cipulir, Jakarta Selatan (Senin 10/10) saat menjadi narasumber.

”Kami membuktikan kalau kami mampu mengamankan Selat Malaka. Itu juga untuk menepis isu-isu negatif tentang Selat Malaka,” ujar Irawan.

Dikatakan Irawan, bahwa WFQR atau reaksi cepat Koarmabar adalah sistim pengendalian operasi dibawah kendali langsung Pangarmabar melalui optimalisasi aset yang dimiliki dengan mengedepankan peran operasi keamanan laut terbatas pada satuan kewilayahan Lantamal dengan dukungan satuan mobile unsur KRI Gugus Tempur Laut (Guspurlabar) dan Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar).

”Sepak terjang kinerja WFQR, berhasil menekan tingkat kejahatan hingga nol di perairan Selat Malaka dan perairan Kepri seperti sindikat kejahatan asuransi, Illegal oil, perompakan kapal, pencurian dengan kekerasan di laut, perdagangan manusia, narkoba, Illegal Fishing, pencurian barang muatan kapal tenggelam (BMKT), penangkapan kapal buruan Interpol MV Viking, penyeludupan, pelanggaran wilayah, Search And Rescue (SAR) dan lain sebagainya,” kata Irawan.

Hingga saat ini, terang Irawan, sebagian besar pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap tim WFQR sudah di proses hukum. Jumlah total pelaku perompakan yang berhasil ditangkap sebanyak 66 orang dan enam orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

”Prestasi WFQR menjadi perhatian dunia internasional bahkan media televisi asing seperti CNN, Aljazirah ingin mengetahui sepak terjang kinerja dari WFQR, dengan melakukan wawancara khusus dengan Pangarmabar,” pungkas Irawan.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar