9 Tahun Menunggu Perceraian

587
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Warga Manukan Kulon, Sephia, 37, menyadari sungguh sulit berbagi ranjang dengan Karin, 40, yang tidak lain istri pertama dari suaminya, Donjuan, 47.

Namun, Sephia tetap bertahan jadi istri kedua lantaran Karin berjanji akan bercerai dengan Donjuan bila anaknya dewasa.

Sayangnya, sampai kini tak pernah ada tanda-tanda pisah dari Karin maupun Donjuan.

Sepuluh tahun lamanya, Donjuan mempoligami Karin dan Sephia.

Setahun menikah secara siri, Sephia memberanikan diri untuk berbicara kepada Karin ikhlas menjadi yang kedua.

“Waktu itu saya hanya ingin halal dengan orang yang saya cintai walaupun saya tahu dia sudah beristri,” kata Sephia dengan mata berkaca-kaca.

Ternyata, gayung pun bersambut. Karin memperbolehkan Donjuan mempoligami Sephia.

Sebab, memang Karin menyadari bila suaminya menikahinya karena kasihan.

Kebetulan, Karin adalah korban pemerkosaan kakak kandung Donjuan.

Karena dimintai tanggung jawab, maka Donjuan lah yang bertanggung jawab pada Karin disebabkan kakaknya melarikan diri ke Hongkong saat pesta pernikahan berlangsung.

Maka hubungan pernikahan Karin dan Donjuan terkesan sangat hambar.

Sampai akhirnya, Donjuan bertemu dengan Sephia yang dulunya juniornya di kantor properti.

Donjuan pun jujur menyatakan sangat mencintai Sephia kepada keluarganya dan Karin.

“Semua keluarga tahu. Mbak Karin juga tahu rasa ini. Tapi, Donjuan tidak bisa menceraikan istrinya dikarenkan anak,” kata Sephia di sela sela gugatan cerainya di Pengadilan Agama(PA), klas 1 A Surabaya, Senin (10/10).

Meski bukan anak kandungnya dan hanya keponakannya, Donjuan sangat sayang pada anak Karin.

Mulanya, Sephia sadar akan sangat sulit berbagi kasih dengan Karin.

Tapi, waktu akad nikah secara sah tahun 2007 lalu, Karin berjanji akan menceraikan Donjuan bila anaknya sudah besar.

Karin menjadi saksi.

“Istrinya bilang, bila memang kami saling mencintai dia yang akan mengalah. Dia yang akan menggugat cerai. Karena sangatlah jahat menurutnya memisahkan orang yang sama-sana saling cinta,” kata Karin yang bekerja sebagai guru PAUD itu.

Tapi, sampai saat ini tidak pernah melihat bahwa istrinya benar ingin menceraikannya.

Sephia merasa dipermainkan.

“Di satu sisi saya sudah nyaman hidup dengan suami saya. Tapi di sisi lain hati saya sangat sakit melihat istrinya yang selalu posting sindiran-sindiran buat saya atau memasang foto mereka berdua,” kata Sephia yang akhirnya mengajukan gugatan cerai bulan Agustus lalu. (JPG)

Respon Anda?

komentar