Benda Asing Koyakkan Bodi Sriwijaya Air

432
Pesona Indonesia
Bodi bagian bawah dekat roda kanan pesawat terlihat koyak saat mendarat.  foto: dokumen sriwijaya
Bodi bagian bawah dekat roda kanan pesawat terlihat koyak saat mendarat.
foto: dokumen sriwijaya

batampos.co.id – Sebuah insiden terjadi di runway Bandara Juanda pada Rabu (12/10) siang.

Bagian bodi bawah pesawat Sriiwijaya Air rusak saat mendarat.

Pesawat dengan penerbangan SJ 565 dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pukul 09.35 WITA menuju Juanda dengan waktu tempuh 1 jam 20 menit.

Pesawat jenis Boeing 737-300 yang mendarat pukul 09.55 WIB itu diduga terkena foreign object damage (FOD) di landasan pacu Juanda.  Sumber benda asing itu masih dalam penyidikan pihak berwenang,

Akibatnya, sebagian kecil bodi bawah dekat roda sisi kanan terkoyak. Kerusakan sampai menimbulkan lubang menganga. Alhasil, pesawat tidak dapat melanjutkan penerbangan.

‘’Bukan wewenang kami terkait insiden itu,” tutur General Manajer AP 1 Juanda Yuwono.  Mantan Wakil Komandan Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) itu berdalih hanya sebatas penyedia layanan jasa kebandar udaraan.

Menjadi kewajiban Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvenstigasi kecelakaan angkutan umum moda udara tersebut. Lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab kepada Presiden RI itu tengah melaksanaan tugasnya.

Yuwono enggan berspekulasi mengenai kemungkinan penyebab kerusakan sebagian bodi pesawat akibat proses overlay (pengaspalan ulang) maupun tengara lain.  Misalnya, hard landing maupun gangguan teknis atau nonteknis.

Sebelum pesawat berkapasitas 148 tempat duduk penumpang itu bermasalah saat mendarat, sudah puluhan pesawat landing maupun take off di runway sejak pukul 05.00 pagi.

Dalam sehari, rata-rata pergerakan pesawat mendarat dan terbang landas di landasan pacu yang sama mencapai 414 pergerakan per hari.

Asisten Manajer Komunikasi dan Legal AP 1 Juanda Anom Fitranggono kompak dengan Yuwono. Dia memastikan pendaratan Sriwijaya SJ 565 tidak sampai mengganggu aktivitas di runway hingga apron.

‘’Penumpang (transit) tetap menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang lain,’’ terang mantan Humas AP 1 Ahmad Yani, Semarang dan Adisutjipto, Yogyakarta itu. (sep/JPG)

Respon Anda?

komentar