Bintan Lagoon Keluhkan Tarif Listrik

344
Pesona Indonesia
foto: bintanlagoon.com
foto: bintanlagoon.com

batampos.co.id – Pengelola Bintan Lagoon resort mengeluhkan tarif lsitrik yang dirasa mahal dan membebani keuangan mereka.

Presiden Director Bintan Lagoon Resort Moe Ibrahim,mengaku tarif listrik yang mahal sangat berdampak pada kondisi perusahaan secara umum.

Bintan lagoon ialah salah satu resort yang berdiri di kawasan PT Bintan Cakrawal Resort (BRC). BRC ini pun yang menyediakan energi listrik untuk semua kawasan di sana, bukan PT PLN (persero).

Moe mengaku saat ini ia dikenai tarif sebesar Rp 3000 per KwH

Tak hanya itu, ada batas bawah yang harus dipenuhi, yakni 700.000 KwH per bulan.

“Bila pemakaian kami dibawah 700 ribu KwH tetap saja kami dibebani biaya 700 ribu KwH,” imbuh Moe, Selasa (11/10/2016).

Moe mengaku dengan beban dikali biaya per KwH setidaknya resort yang ia pimpin harus mengeluarkan duit rp 2,1 miliar per bulan.

“Beban listrik yang tinggi memaksa kami menaikkan harga berbagai fasilitas di resort kami. Giliran tamu mengeluh,” ungkap Moe.

Bintan Lagoon berdiri di lahan 310 hektar dengan jumlah kamar 470 pintu.

Aditya Laksamana, Manajer Komunikasi BRC saat dihubungi per telepon enggan memberi keterangan.

“Untuk itu kami belum bisa memberikan konfirmasi,” ujarnya di ujung telepon, Rabu (12/10/2016).

Apakah sudah ada pengelola resort yang mengadu? Tidak ada jawab di ujung sambungan. Lalu sambungan telepon terputus.

Adapun Admin Manager PT BRC, Edi Marta, kepada Metrotvnews.com, mengatakan tarif listrik yang dibebankan perusahaannya sudah disepakati bersama dengan para pengelola resort di Lagoi, Bintan.

“Harga itu (Rp3.000 per kwh) sudah lama kita sepakati,” ujarnya. (ptt)

Respon Anda?

komentar