Cemarkan Nama Baik Sekda, Pemilik Akun Facebook Shalwa Shadilla 4 Hari Tak MasukKerja

452
Pesona Indonesia
Sekda Tanjungpinang, Riono, saat membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (6/10) malam. foto:osias de/batampos
Sekda Tanjungpinang, Riono, saat membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (6/10) malam. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Pemilik akun Facebook Shalwa Shadilla yang diduga melakukan pencemaran nama baik Sekdako Tanjungpinang, Riono, dan diketahui bekerja sebagai Satpam di salah satu bank swasta di Tanjungpinang, sudah empat hari tidak masuk kerja.

Hal itu dikatakan salah seorang rekannya yang minta namanya diinisialkan HS, saat dijumpai di bank tempatnya bekerja, Selasa (11/10). ”Dia sudah empat hari tidak masuk kerja tanpa keterangan,’ ‘ujar HS.

Sementara saat ditanya, apakah kemungkinan pemilik akun yang diketahui berinisial IS tersebut tidak masuk kerja semenjak dilaporkan ke polisi atau karena diberhentikan dari tempat kerjanya ? HS, mengaku tidak mengetahui.

”Waduh kalau itu saya kurang tahu. Yang saya tahu dia sudah empat hari tidak masuk kerja tanpa ada keterangan,” kata HS.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, melalui Kasubbag Humas, AKP S Zalukhu, mengatakan pihaknya tidak mengetahui jika pemilik akun tersebut sudah tidak bekerja. Namun, pihaknya tetap mengawasi gerak gerik dan keberadaanya. ”Kalau misalnya dia menghilang atau melarikan diri, ya akan kami cari,” ujar Zalukhu.

Sementara itu, saat ditanya mengenai status yang bersangkutan apakah sudah tersangka atau masih sebagai terlapor? Zalukhu, mengatakan sampai saat ini pemilik akun tersebut masih sebagai terlapor.

”Masih sebagai terlapor. Penetapan tersangka baru bisa kami lakukan jika sudah dilakukan gelar perkara dan didapati unsur yang melawan hukum,” kata Zalukhu.

Saat ini, lanjut Zalukhu, pihaknya masih melakukan pemanggilan terhadap saksi untuk dimintai keteranganya yang kemudian akan dilanjutkan dengan gelar perkara.

”Sampai hari ini, saksi yang sudah kami panggil tiga orang. Nanti juga akan kami mintai keterangan dari saksi ahli, yang hasilnya akan dilihat dari gelar perkara,” kata Zalukhu.

Saat ini, jelas Zalukhu, terhadap terlapor, pihaknya belum melakukan pemanggilan. Karena masih memintai keterangan saksi.

”Selesai gelar perkara, yang bersangkutan akan kami panggil. Kalau unsurnya terpenuhi kemungkinan akan langsung dijdikan tersangka,” ucap Zalukhu.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar