Dinas Sosial Bebaskan Perempuan Malam yang Terjaring Razia

437
Pesona Indonesia
Sejumlah wanita yang ditangkap saat razia oleh Satpol PP dan aparat keamanan. foto:syahid/batampos
Sejumlah wanita yang ditangkap saat razia oleh Satpol PP dan aparat keamanan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas belum bisa mengembalikan sejumlah PSK ke daerah asal. Dinas Sosial justru hanya mengembalikan mereka ke rumah atau tempat kos masing-masing dimana mereka tinggal.

Kabid Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial, Dinsos Anambas, Awalauddin mengatakan, saat ini pihaknya belum memiliki anggaran yang memadai untuk mengembalikan mereka. Anggaran yang ada saat ini difokuskan untuk memberikan bantuan pelatihan kepada anak sekolah yang putus sekolah.

“Kita belum bisa kembalikan mereka ke daerah asal karena ada beberapa hal. Salah satunya kami belum memiliki anggaran yang cukup, karena anggaran kita ini berkurang, bukan makin bertambah,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (11/10).

Dirinya menjelaskan jika penangkapan terhadap perempuan yang diduga bekerja sebagai pekerja seks komersial beberapa waktu lalu biar menjadi perhatian mereka. Tapi kedepan jika mereka tertangkap kembali, maka akan dikembalikan ke daerah asal, bukan untuk saat ini. “Biarlah yang kemarin itu menjadi shock therapy saja,” ungkapnya.

Ketika disinggung Dinas Sosial mengabaikan urusan wajib yakni tidak mengembalikan mereka ke daerah asal, dirinya mengelak karena anggaran yang ada digunakan untuk hal lain yang lebih penting. “Kita tidak melupakan urusan wajib tapi kita memilih urusan yang lebih penting yakni memberikan bantuan berupa pelatihan kepada anak putus sekolah. Karena pelatihan di Dinas Tenaga Kerja tidak ada saat ini,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) beserta TNI Polri dan sesepuh Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar razia gabungan pada Jumat (7/10). Dalam razia gabungan itu mereka tidak menemukan satupun pengguna narkoba namun berhasil mengamankan belasan wanita asal luar daerah yang diduga bekerja sebagai wanita penghibur. Ada yang dari Batam, Cianjur Jawa Barat, Natuna, Kalbar, Bintan dan sebagainya.

Mereka ditangkap di beberapa tempat namun umumnya mereka ditangkap saat berada di sejumlah tempat karaoke yang ada di Tarempa dan sekitarnya. Sebagian dari mereka ditangkap di rumah kos.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar