DKP Lingga Gandeng UMRAH untuk Manfaatkan Perikanan Berkelanjutan

611
Pesona Indonesia
Workshop tim ahli Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut (PPSPL-Umrah) bersama DKP Lingga dan desa lokasi binaan Coremap. foto:hasbi/batampos
Workshop tim ahli Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut (PPSPL-Umrah) bersama DKP Lingga dan desa lokasi binaan Coremap. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Mendukung upaya pemerintah derah dalam pemantapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga bekerjasama dengan Universita Maritim Raja Ali Haji (Umrah) untuk melakukan analisis daya dukung pemanfaatan perikanan berkelanjutan. Kegiatan yang dimulai dengan workshop di Hotel Lingga Pesona Daik Lingga tersebut diikuti oleh tujuh kepala desa binaan wilayah konservasi Coremap CTI Lingga serta Pokmaswas lokasi binaan.

Kegiatan workshop yang berlangsung dibuka oleh Plt Kadis DKP, Kasiman. Dalam kesempatan tersebut hadir juga Kadisbudpar Lingga, M Asward serta staf Bappeda kKbupaten Lingga.

Kasiman mengatakan, sejak 16 tahun terakhir menjadi wilayah Coremap, Lingga terus menggesa penguatan wilayah konservasi. Wilayah KKLD Lingga sendiri, terang Kasiman, telah ditetapkan berdasarkan SK Bupati Lingga No.167/KPTS/IV/2016 dengan luas 191.258,45 hektare.

“Sampai saat ini Lingga sudah memiliki rencana zonasi berisi pemanfaatan kawasan. KKLD juga telah disusun namun belum memuat batasan kemampuan secara lestari. Sampai saat ini, kawasan tersebut juga belum ada assement kondisi eksisting terhadap pemanfaatan yang ditetapkan. Untuk itu kami bekerjasama dengan tim ahli dari Umrah,” singkap Kasiman, Senin (10/10) malam di Hotel Lingga Pesona Daik Lingga.

Kerjasama tersebut dijelaskannya untuk assessment secara menyeluruh terkait pemanfaatan kawasan perikanan tangkap, budidaya maupun wisata bahari yang berkelanjutan bagi keseimbangan konservasi maupun masyarakat pendukungnya. “Daya dukung ini perlu dikaji untuk dijadikan pedoman dan rujukan dalam regulasi pengambilan keputusan perizinan pemanfaatan kawasan KKLD di Lingga,” jelasnya.

Berdasarkan zonasi kawasan KKLD Lingga, luas Zona Inti yang tersebar di wilayah Kecamatan Senayang dan Kecamatan Lingga Utara seluas 3.909,1411 Hektare. Zona Perikanan Berkelanjutan 172.166,9338 Hektare, Zona Pemanfaatan 12.092,5750 Hekatre dan Luas Zona lainnya seluas 3.089,8026 Hektare. Setelah menyelenggarakan workshop, tim akan melanjutkan penelitian dan pengumpulan data di lapangan kesejumlah desa lokasi Coremap seperti Limbung, Pena’ah, Sekanah, Tajur Biru, Batu Belobang, Benan da Mamut.

Sementara itu, Tim Ahli PPSLP-Umrah Dr Henry M Manik dalam kesempatan tersebut mengatakan kelestarian laut dan pesisir Lingga yang subur adalah anugerah dari yang Maha Kuasa dan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk ikut serta dalam menjaga kelestariannya. Dari tahun ke tahun, kata Henry, Coremap Lingga terus meningkat dan dapat mendapat predikat baik. Keikutsertaan warga pesisir dalam menjaga dan tidak melakukan eksploitasi hasil laut besar-besaran juga menjadi indikator kegiatan Coremap dapat berjalan dengan baik.

“Lingkungan laut yang terjaga, masyarakat nelayan pasti sejahtera. Tentunya dengan tata kelola yang baik. Pola penangkapan harus sehat agar keseimbangan perairan dan hasil laut yang berkelanjutan tetap terjaga,” paparnya.

Dengan menjaga keseimbangan laut, karang, jejaring makanan yang terjaga, dikatakan Henry, akan memberikan timbal balik langsung terhadap masyarakat nelayan pesisir Lingga. Hal ini jugalah yang selama ini telah berlangsung di perairan Lingga. Warga nelayan dengan alat tangkap tradisional menjadi salah satu sebab perairan Lingga terjaga dengan baik.

“Airnya tidak tercemar, kawasannya sehat, jejaring makanan dan karang terjaga sesuai fungsi akan saling mensejahterakan,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar