Enam Tim Asing Siap Berlaga di Dragon Boat Race Edisi Khusus FBK

420
Pesona Indonesia
Dragon Boat Race. foto:disparbud tanjungpinang
Dragon Boat Race. foto:disparbud tanjungpinang

batampos.co.id – Genderang Festival Bahari Kepri (FBK) yang merupakan rangkaian Sail Karimata 2016 ditabuh akhir pekan depan. Kepala Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tanjungpinang, Juramadi Esram mengatakan Dragon Boad Race (DBR) edisi khusus FBK siap digelar di Sungai Carang, Tanjungpinang pada 21 Oktober mendatang.

“Sampai saa ini, sudah ada 36 tim yang menyatakan siap untuk turun berlaga pada DBR tahun ini. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Juramadi Esram menjawab pertanyaan koran Batam Pos, Selasa (11/10) di Tanjungpinang.

Disebutkannya, dari 36 tim tersebut, enam tim berasal dari negara-negara tetangga. Seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kemudian dari dalam negeri ada 12 tim yang berasal dari luar Kepri. Seperti juara bertahan Jambi, Kutai Kartanegara, AL Jakarta, Kuansing, dan Pekanbaru. Sementara itu 18 tim lainnya berasal dari Provinsi Kepri.

“Masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri akan mengirimkan utusannya. Kita berharap DBR tahun ini, menjadi panggung bagi Kepri untuk menjadi yang terbaik,” papar Juramadi.

Menurut Juramadi, jumlah tersebut bisa saja bertambah. Karena jadwal pendaftaran akan ditutup secara resmi pada 20 Oktober mendatang. Sedangkan kegiatan pertandingan dilaksanakan 21-23 Oktober. Adapun total hadiah yang akan diperebutkan adalah senilai Rp170 juta. Disebutkannya juga, karena DBR akan menjadi even pembuka FBK, makanya akan dikemas sedikit berbeda.

Dijelaskannya, kenapa Sungai Carang menjadi tempat yang ideal, karena sudah memenuhi ketentuan nasional dan internasional dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Masih kata Juramadi, apabila tidak ada halangan rapat lanjutan persiapan tersebut akan digelar pekan depan. Selain dalam negeri, ada beberapa peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang akan ambil bagian pada kegiatan itu nanti.

Ditambahkannya, untuk menyemarakan kegiatan DBR juga akan diwarnai dengan berbagai kesenian tradisional. Seperti reog, joget dan barongsai. Diceritakannya juga, Iven ini diangkat dari sebuah tradisi masyarakat. Yakni “Sembahyang Keselamatan Laut”. “Karena sudah berskala internasional, dari waktu kewaktu kita terus berbenah. Sehingga menjadi iven yang ditunggu-tunggu kedepannya,” tutup Juramadi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti yang juga merupakan Ketua Harian Festival Bahari Kepri (FBK) tersebut mengatakan, Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri memang perlu kerja kerasa dalam melakukan pembenahan dan penataan daerah. Keberadaan Sungai Carang bisa menjadi semangat baru bagi bangkitnya dunia pariwisata di Tanjungpinang.

“Tidak cukup jika hanya kita bergantung pada kewibawaan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata religi. Tetapi harus ada kombinasi wisata yang kita sajikan. Annual even DBR memang sudah layak digelar di Sungai Carang. Kerja keras bersama nanti adalah menata pesona disepanjang Sungai Carang,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, kenapa even DBR masuk dalam rangkaian FBK. Karena sangat pristise untuk menarik minat wisman datang ke Tanjungpinang. Apalagi merupakan salah satu pintu masuk internasional. Ia berharap, momentum ini bisa dimanfaatkan Pemko Tanjungpinang dalam melakukan promosi keluar. Sehingga banyak diikuti perserta-peserta dari luar negeri.

“Mimpi kita adalah menjadikan Kepri sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Ini adalah momentum yang tepat untuk mewujudkan mimpi tersebut,” jelas Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar