Malam Ini, Wapres JK Ikut Rayakan Hari Puisi Indonesia

262
Pesona Indonesia

haripuisibatampos.co.id – Rabu (12/10) malam ini bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta jadi tabuh riuh merayakan puisi agar kembali membumi. Inilah puncak Hari Puisi Indonesia 2016.

Sebagai penggagas HPI, Budayawan Melayu Rida K Liamsi menginginkan setiap anak manusia Indonesia kembali memutar ingatan. Bahwasanya dalam pembentukan bangsa ini tidak lepas dari kerja puisi sekelompok anak muda yang kemudian dikenang sebagai Soempah Pemuda.

“Karena itu sebenarnya nyaris tidak dapat dipisahkan puisi dalam kehidupan bangsa ini,” kata Rida, ketika membuka panggung apresiasi bersama ratusan penyair se-tanah air di pelataran TIM, Selasa (11/10).

Pada mulanya, (HPI) yang dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, 22 November 2012 lalu itu,  hanya sebuah upaya untuk menetapkan suatu hari, suatu tanggal yang akan menjadi titik ingatan, menandai keberadaan para penyair dan karya-karyanya.

Yang oleh Rida disebut menjadi  semacam hari raya atau hari besar bagi para penyair, menjadi  satu momentum untuk memberi eluan-eluan, tabik dan rasa hormat kepada mereka dan karya-karyanya. Karena itulah kemudian para penyair yang menjadi deklarator Hari Puisi Indonesia itu, memilih tanggal 26 Juli, hari kelahiran penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, sebagai Hari Puisi Indonesia, sebagai titik ingatan.

“Karena Chairil Anwar dianggap sebagai pelopor dan bapak puisi indonesia modern, yang berhasil menjadikan puisi bukan hanya penyenandung di ruang-ruang cinta dan kamar senyap, tetapi juga kekuatan yang ikut menggerakkan semangat revolusi kemerdekaan,” ungkap Rida.

Itu adalah sedikit cuplikan dari naskah pidato budaya yang akan disampaikan Rida pada malam puncak HPI di TIM, hari ini. Tapi Rida tidak berdiri seorang diri. Karena puisi memang sudah semestinya dirayakan bersama-sama.

Pada puncak perayaan HPI tahun ini di Jakarta, Rida bersama Yayasan Hari Puisi juga akan merilis buku puisi bersama dengan tebal mencapai 2.016 halaman.

Ketebalan buku tersebut bukan hal yang lumrah bagi sebuah buku puisi. Karena itu, sejak awal tahun lalu Rida sudah memulai gagasan itu dengan menghubungi seluruh penyair setanah air.

“Hasilnya buku tebal ini. Menghimpun karya 216 penyair di Indonesia dengan tebal 2.016 halaman. Sesuai dengan tahun perayaan HPI kali ini,” terang Rida.

Diberi tajuk “Matahari Cinta Samudra Kata”, Rida ingin mengekalkan puisi sebagai laku dalam kehidupan sehari-hari. Bukam sekadar pemanis yang bisa saja terlangkaui. Matahari adalah kehidupan. Samudra adalah kehidupan. Puisi, bagi Rida, juga adalah kehidupan.

Maka tidak ada pilihan selain merayakan puisi yang dapat dibaca sebagai sebuah upaya merayakan kehidupan. Perayaan tahun ini digagas dengan lebih menarik bukan sekadar lantaran ada buku puisi tebal yang diluncurkan. Lebih daripada itu. Seluruh penyair yang terlibat dalam penyusunan antologi ini juga ikut diundang. Mereka diminta datang untuk membacakan puisi-puisinya, merayakan kehidupannya.

Hingga kemarin petang, panitia perayaan HPI memastikan belum ada perubahan jadwal seorang tamu utama dalam pesta kata-kata tahun ini. Adalah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang menjadi tamu istimewa di antara ratusan penyair yang bakal ikut membacakan puisi di atas panggung. “Info terakhir dari Sekretariat Wapres belum ada pergeseran jadwal. Semoga beliau bisa datang,” ungkap seorang panitia.

Wapres Jusuf Kalla juga bakal ditemani Menteri Agama Lukman Saifudin dan sejumlah duta besar negara sahabat juga dijadwalkan ikut serta. Penyair-penyair kenamaan Indonesia juga ikut ambil bagian. Sudah barang tentu Rida K Liamsi sebagai inisiatornya. Kemudian Sutardji Calzoum Bachri, Hasan Aspahani, Husnizar Hood, Ramon Damora, dan ratusan penyair lain yang tak hendak melewatkan momen besar dalam konstelasi perpuisian Indonesia. (muf)

Respon Anda?

komentar