Mesin Rusak, PLN Tak Mau Tandatangani STO

354
Pesona Indonesia
PLTD UPP Letung. Sementara itu, listrik di Jemaja padam tiga hari ini karena mesin pembangkit PLN rusak. foto:syahid/batampos
PLTD UPP Letung. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Ada dugaan serahterima mesin pembangkit dari pemerintah daerah kepada pihak PLN Letung bermasalah. Dua dari tiga mesin yang diserahkan kepada pihak Sub Rayon Letung diduga sudah rusak sebelumnya sehingga pihak PLN saat itu dikabarkan tidak mau menandatangani Serah Terima Operasi (STO). Namun kebenaran ini belum terungkap karena baik pejabat dari pihak PLN maupun pihak pemda saat ini sama-sama sudah berganti sehingga masalah ini belum terbuka dengan jelas.

“Setahu saya semenjak serah terima mesin, belum pernah mesin itu beroperasi semua, hanya satu saja, setelah kita tanya kepada pihak PLN, katanya yang dua itu rusak, makanya tidak dipakai,” ungkap salah seorang warga Jemaja Jenny, kepada wartawan Selasa (11/10).

Menurutnya dirinya juga sudah mendapatkan informasi jika PLN tidak mau tandatangan STO karena ada dua mesin yang rusak. Sementara itu yang satu tetap digunakan karena masih bisa digunakan. Oleh kerenanya PLN hanya menggunakan satu mesin saja. “Kita juga tidak tahu kenapa PLN tetap memakai satu mesin pemda, jika serahterima operasi belum ditandatangani,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan menganai hal ini, Asisten Direktur PLN Tanjungpinang Budi, menjelaskan mengakui jika hibah mesin PLN dari Pemda sudah diterima, namun STO nya belum ditandatangani pihak PLN hingga saat ini. Ketika ditanya alasan tidak mau tandatangan, dirinya tidak bisa menjawab karena saat itu dirinya belum menjabat sebagai Asisten Direktur.

“Saya tidak tahu karena saat itu saya belum ada, saya juga sudah berupaya mencari dokumen itu tapi sudah tidak ada lagi,” ungkap Budi kepada wartawan Selasa (11/10)

Kedepan pihaknya akan memperbaiki serah terima mesin itu supaya tidak ada masalah dikemudian hari. Namun sebelum ada penandatanganan STO, pihaknya akan benar-benar mengecek kembali fisik di lapangan. Jika mesin yang diserahkan itu rusak, maka pihaknya tidak akan menerima karena hanya akan menjadi beban.

“Kedepan kita akan perbaiki serah terima, kita akan cek betul-betul apa yang akan diserahkan, semuanya harus dalam kondisi baik, jika ada mesin yang dalam kondisi rusak, maka kami tidak akan terima,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Yunizar, sebelumnya mengatakan bahwasanya Pemda sudah menghibahkan tiga mesin PLN. Diakuinya untuk hibah sudah ditandatangani namun untuk STOnya belum ditandatangani pihak PLN. “Kita tidak tahu mengapa PLN tak mau tandatangan,” jelasnya.

Disinggung mengenai rusaknya mesin itu maka sudah seharusnya pihak PLN yang membiayai perbaikannya karena pihaknya yang telah memakainya. “PLN harus perbaiki mesin itu karena selama ini mereka yang pakai, kalau tidak menerima, kenapa harus digunakan,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar