Nelayan Tewas saat Melaut, Ditemukan Tersungkur di Kapal yang Melaju

384
Pesona Indonesia
Polisi melakukan evakuasi  jasad Darwis dan pompong ke tambatan perahu Desa Tanjung. foto:aulia rahman/batampos
Polisi melakukan evakuasi jasad Darwis dan pompong ke tambatan perahu Desa Tanjung. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Warga di Desa Tanjung Natuna mendadak ramai berkerumun di tambatan perahu setempat, Selasa (11/10). Seorang nelayan bernama Darwis, 56, ditemukan tewas saat melaut.

Penemuan mayat diatas pompong ini sontak menghebohkan warga. Kondisi Darwis ditemukan sedang jongkok tersungkur. Sementara pompong kapasitas dua gros tone tetap melaju bahkan menabrak sebuah pompong nelayan lain yang sedang lego jangkar.

Jenazah Darwis ditemukan oleh Andi dan Aidil, nelayan Desa Sepempang, yang sedang lego jangkar sekitar 7 mil lepas pantai.

“Kami waktu itu sempat marah juga. Kami lagi mancing ikan, tiba tiba pompongnya (Darwis,red) nabrak pompong kami,” tutur Andi.

Saat itu, kata Andi, sekitar pukul 07.00 WIB. Karena penasaran, jangkar pompong ditarik lalu mengejar. Karena tidak ada respon, akhirnya memaksa merapat.

“Kami kaget saat pompong merapat, orangnya tak ada. Ternyata sudah tersungkur di lantai,” tutur Andi.

Diketahui Darwis pergi melaut sejak malamnya dari Desa Pengadah. Menurut Andi, beruntung pompongnya tetap menuju arah pulang. Jika haluan pompong ke laut lepas mungkin sulit ditemukan lagi.

Sementara tangis histeris seorang ibu paruh baya pun pecah saat melihat pompong suaminya yang ditarik anggota reskrim Polres Natuna merapat ke tambatan perahu.

Tangis Muhainah, 50, tak terbendung melihat suaminya sudah tidak bernyawa dibagian kemudi pompong. Suaminya dalam posisi duduk tersungkur, tangan kirinya memegang tali pancingan dan terpaut di fiber. Dikening korban terlihat luka diduga akibat terbentur ke lantai.

Babinkamtibmas Desa Tanjung, Brigadir Suharjo mengatakan, Informasi ini langsung disampaikan ke aparat. Polisi pun akhirnya turun melakukan evakuasi untuk membawa jasad Darwis dan pompong ke tambatan perahu Desa Tanjung.

“Korban ini kabarnya memang melaut sendirian. Biasanya ia ditemani anaknya,” ujar Suharjo.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar