Ngaku Kuli Bangunan, Penumpang KM Bukit Raya Bawa Sabu

918
Pesona Indonesia
Susanto, warga Pontianak yang ditangkap polisi karena memiliki sabu-sabu. foto:aulia rahman/batampos
Susanto, warga Pontianak yang ditangkap polisi karena memiliki sabu-sabu. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polres Natuna menangkap seorang penumpang kapal KM Bukit Raya yang diduga pengedar narkoba.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panutu Sinaga melalui Kasat Narkoba Polres Natuna AKP Ramlan Chalid mengatakan, pengungkapan berkat informasi warga, bahwa seorang membawa narkoba jenis sabu-sabu menumpang kapal Pelni KM Bukit Raya yang merapat di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, Senin (10/10) kemarin.

Secara rutin, kata Ramlan, penumpang yang dicurigai langsung diperiksa setiap barang bawaan saat turun di pelabuhan. Hasilnya 19,5 gram sabu-sabu ditemukan yang dimiliki Susanto, 33, warga Pontianak.

Sebelum ditangkap polisi, tersangka ini mengaku ke Natuna bekerja sebagai kuli bangunan di salah satu perusahan konstruksi. Memang saat digeledah, kardus yang ditenteng Susanto, berisi peralatan tukang bangunan. Namun, didalam salah satu perlatan tukangnya diisi bungkusan plastik yang diduga kuat narkoba jenis sabu.

“Kami temukan bungkusan sabu-sabu itu didalam water plass warna kuning. Tersangka sengaja menyembunyikannya untuk kelabuhi kalau digeledah,” kata Ramlan Selasa (11/10).

Dikatakan Ramlan, Susanto juga positif pengguna narkoba. Ia mengaku membawa sabu-sabu dari Pontianak sebanyak 20 gram, namun 5 gramnya sudah dipakainya di kapal dalam perjalanan ke Natuna.

“Ditangan tersangka juga diamankan barang bukti timbangan digital,” kata Ramlan.

Dikatakan Ramlan, kasus ini masih dikembangkan lebih lanjut, Polres akan mengejar bandar besarnya. Penyuplai barang haram ini kepada Susanto.

“Susanto ini pengedar, barang segitu banyak tak mungkin konsumsi sendiri. Artinya ada permintaan, apalagi penangkapannya merupakan transaksi ketiga kalinya dilakukan Sanusi. Ngakunya tukang bangunan, bawa bawa alat tukang,” ujar Ramlan.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar