Pemkab Lingga Dukung Realisasi Proyek Palapa Ring

637
Pesona Indonesia
Proyek Palapa Ring.
Proyek Palapa Ring.

batampos.co.id – Kabid Komunikasi dan Informasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Lingga, Said Asmarfizan, mengatakan Pemkab Lingga mendukung penuh realisasi proyek pembangunan infrastruktur backbone fiber optik nasional (Palapa Ring). Rencananya, untuk membuka simpul koneksi dan jaringan dua titik Lingga, Kepri yakni Penarik dan Desa Sekanah akan dipasang fiber optik Palapa Ring wilayah Barat.

Selain itu dilanjutkan Zulmafri Dishubkominfo menyatakan diri, siap membantu realisasi proyek Palapa Ring tersebut. Adanya jaringan ini nanti, terangnya, akan memecahkan permasalahan keterbatasan jaringan data hingga ke pulau terpencil di Kabupaten Lingga.

“Pemerintah daerah menyambut baik program ini. Untuk Kepri ada tiga kabupaten yang difasilitasi, yakni Lingga, Anambas dan Natuna. Untuk Lingga itu ada dua titik, di Penarik dan Sekanah. Kedua titik kontrol jaringan ini di Pulau Lingga,” ungkapnya.

Lingga, terang Asmarfizan, cukup beruntung. Dari 57 kabupaten-kota yang mendapat fasilitas Palapa Ring, Lingga menjadi salah satu wilayah tersebut. Program strategis nasional, dimana untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) ke seluruh titik di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden No 3 tahun 2016, tentang percepatan proyek strategis nasional.

“Pembangunannya di bagi tiga tahap, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Proses lelangnya sudah selesai semua. Untuk paket wilayah barat yang mencakup NAL, Palapa Ring Barat ditunjuk sebagai badan usaha pelaksananya,” tuturnya.

Sementara untuk pembangunan jaringan di dua titik pulau Lingga, kata Asmarfizan, akan dilakukan dengan penanaman kabel fiber optik di laut dan di darat. Titik landing station Penarik, menggunakan jalur laut dari Kuala Tungkal, Jambi. Sedangkan untuk landing station Sekanah, menggunakan jalur laut dari Batam.

Sejauh ini, lanjutnya, program tersebut sudah berjalan sampai penentuan lokasi landing point (BMH) dan landing station (NOC), di dua titik tersebut, sekaligus pengurusan perizinan penggelaran kabel fiber optik baik darat maupun laut, serta pengurusan IMB. Ditargetkan pada akhir 2018 mendatang, pembangunan infrastuktur ini sudah selesai.

“Tim survei SITAC sudah di Lingga untuk pengurusan izinnya. Mereka sudah melewati proses pembebasan lahan. Kita akan membantu memfasilitasi kebutuhan mereka untuk melancarkan urusan perizinannya di Lingga,” ungkapnya.

Jika proyek APBN yang menyerap ratusan miliar tersebut berhasil, terangnya, akan memecahkan masalah keterbatasan akses jaringan data di Kabupaten Lingga, hingga ke pulau-pulau kecil dan desa terpencil yang ada di wilayah Senayang, Singkep, Singkep Barat, Singkep Selatan, Singkep Pesisi, Selayar, Lingga, Lingga Timur dan Lingga Utara.

Selain itu, program yang sejalan dengan Dishubkominfo Lingga tersebut akan menujang usaha pemerintah daerah menjalankan e-goverment, yang konektivitas jaringannya hingga ke tingkat Desa dan pulau-pulau pesisir Lingga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar