Dekat DAM, Ruli dan Peternakan Babi Ditertibkan

412
Pesona Indonesia
Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Batam , Satpol PP Batam, TNI, Polri  melakukan penertiban peternakan babi dikawasan Hutan Lindung Duriangkang,  Rabu (12/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Batam , Satpol PP Batam, TNI, Polri melakukan penertiban peternakan babi dikawasan Hutan Lindung Duriangkang, Rabu (12/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ditpam BP Batam bersama dengan TNI, Polisi, Satpol PP dan instansi lainnya, menertibkan belasan rumah dan kandang babi yang berada dekat waduk Dam Duriangkang. Penertiban ini dilakukan akibat kotoran ratusan babi hasil peternakan sekitar waduk tersebut, mengalir ke dalam dam. Selain itu rumah-rumah liar tersebut, menyebabkan pendangkalan terhadap waduk.

“Kotorannya masuk ke situ (Dam Duriangkang, red), ” kata Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso pada koran Batam Pos, Rabu (12/10).

Padahal air dam tersebut, banyak dipergunakan masyarakat untuk minum dan kegiatan sehari-hari warga Kota Batam. Selain itu, kata Budi, warga setempat juga sering mencuci ayam, buang usus ayam ke dam. “Kotoran-kotoran masuk ke sini,”ungkapnya.

Ditpam telah berkali-kali melakukan penertiban, tapi warga tetap membandel. “Dulu sudah pernah, sekarang ada lagi. Ini pohon-pohon yang ditanami kami tumbangkan. Agar mereka tak kembali ke sini,” ujar Budi.

Nantinya, lanjut Budi semua dam yang ada di Batam bersih dari kegiatan masyarakat disekitarnya. “Harus steril, termasuk dari kegiatan keramba, perkebunan dan lain-lain,” ucapnya.

Budi juga mengklaim pihaknya akan tetap mengawasi daerah sekitar Dam Duriangkang yang telah ditertibkan agar warga tak kembali membangun pemukiman dan peternakan.

Dari pantauan koran Batam Pos dilapangan, terlihat belasan rumah dan puluhan kandang babi di sekitar dam Duriangkang.

Salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya mengaku punya 100 hingga 200 ekor babi di kawasan tersebut. Ia pun mengaku pasrah melihat tim yang terdiri dari berbagai instansi merobohkan peternakannya. “Kami hanya pasrah,” ucapnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar