Satpol PP dan pihak Kecamatan Batuaji merazia warnet dan mengamankan empat pelajar yang menggunakan baju seragam sekolah yang sedang asik main warnet, Rabu (12/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Satpol PP dan pihak Kecamatan Batuaji merazia warnet dan mengamankan empat pelajar yang menggunakan baju seragam sekolah yang sedang asik main warnet, Rabu (12/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Empat pelajar SMK dan SMA kembali terjaring razia di Warung Internet (Warnet) oleh Petugas razia dari Pemerintah Kecamatan Batuaji, Rabu (12/10). Keempat pelajar itu ditangkap karena bermain warnet pada jam sekolah.

Keempat pelajar itu, yakni SN dan GL pelajar SMK Muhammadiah, YA pelajar SMA Tunas Baru dan SO pelajar SMKN 5. Mereka ditangkap di warnet Revival Net dan Flashanet di Ruko Tembesi Center.

Keempat pelajar yang terjaring razia itu, kemudian dibawa ke kantor Kecamatan Batuaji untuk dilakukan pembinaan, didata dan diinterogasi. Tidak hanya itu, mereka juga diberikan sanksi menghormati bendera merah putih di depan kantor kecamatan dan membuat surat perjanjian, setelah itu pihak kecamatan juga langsung meminta guru dan orangtua mereka untuk menjemput ke kantor kecamatan.

Razia yang digelar tersebut dipimpin oleh Kasi Trantib Kecamatan Batuaji, Mahadi. Sedikitnya ada enam warnet didatangi pihak kecamatan.

“Razia ini baru dilakasanakan di dua kelurahan, tinggal dua kelurahan lagi yang belum di razia,” ujar Mahadi, kemarin.

Mahadi mengatakan, razia tersebut akan terus dilakukan di empat kelurahan di Batuaji, yakni di Buliang, Kebing, Bukit Tempayang, dan Tanjunguncang. Sebelumnya, Selasa (11/10) pihak kecamatan juga sudah mengamankan delapan pelajar yang membandel.

“Selasa (11/10) di Buliang lima warnet yang kita datangi dan hari ini (kemarin,red) di Kibing ada tujuh warnet yang kita datangi satu sudah tutup tidak beroperasi lagi,” ucap Mahadi.

Saat melakulan razia, petugas dari kecamatan juga menanyakan surat-surat operasinal warnet. Selain warnet petugas juga mendatagi dua tempat bermain game PlayStation (Ps) salah satu tempat yang dijadian tongkrongan pelajar.

“Selain razia pelajar juga kita tanyakan izin usaha. Jika tidak ada kita ingatkan untuk mengurus segera dan kita juga nasehat pihak warnet dan PS untuk mentaati aturan peraturan walikota,” uncap Mahadi.

GL pelajar yang terjaring razia, saat ditanya mengaku alasan tidak masuk sekolah lantaran kesiangan. “Saya sudah dari rumah tidak masuk sekolah,” ucapnya.

GL yang terlihat masih mengenakan seragam sekola itu hanya bisa pasrah tidak banyak bicara kepada petugas yang melakukan razia dari dalam warnet GL kemudian dibawa ke atas mobi patroli Kecamtan Batuaji. “Baru sebentar saya main, recana saya mau pulang,” kata GL.

Semetara itu, Sekcam Batuaji Fridkalter PP mengatakan keempat pelajar tersebut diberikan peringatan, buat pernytaan tertulis dam memanggil guru masih-masing agar pihak sekolah tahu, karena mereka masih tanggung jawab sekolah. “Agar mereka sadar tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Merusak dirisendiri itu gampang,” ujar Fridkalter.

Kepada pihak pengelola warnet Fridkalter bnerharap agar aturan yang telah disampaikan dapat ditaati. Jika tidak ditaati pihak kecamtan tidak segan-segan usah warnet akan ditutup. “Kita tegur dulu, kemudian tertulis SP sampai tiga kali. Kalau tidak juga baru kita cabut izin,” kata Fridkalter. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar