Jaringan Listrik Tanjungpinang Harus Direvitaliasi

301
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan jaringan listrik yang ada di Tanjungpinang saat ini, harus dilakukan peremajaan. Karena jaringan yang ada sekarang ini, tidak mensuport untuk pelayanan interkoneksi listrik Babin. Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Batam tersebut menilai, apabila jaringan yang ada dipaksakan, konsekuensinya adalah kerusakan pada Gardu Induk (GI) dan pembangkit yang digunakan.

“Kami sudah pernah menanyakan ke PLN Area Tanjungpinang berapa anggaran capital expenditure (capex) yang mereka miliki. Kenyataannya mereka tidak bisa menjelaskan itu, padahal anggaran tersebut untuk perbaikan jaringan peremajaan jaringan,” ujar Irwansyah.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menyebutkan, pada peninjauan yang pernah dilakukan pihaknya ke Capital Turbin Indonesia (CTI) di PLTU Galang Batang, terjadinya black out selama 36 kali pada tahun lalu, bukan sepenuhnya disebabkan oleh persoalan internal. Melainkan masalah internal, yakni sinsitifnya jaringan yang dimiliki PLN Tanjungpinang.

“Jangankan disebabkan oleh alam, karena pohon tumbang saja, bisa terjadi black out. Artinya apa, kehandalan jaringan, akan menentukan ketahanan pembangkit yang ada,” jelas Irwansyah.

Menurut mantan Legislator DPRD Batam itu, Tanjungpinang akan sepenuhnya bergantung dengan kelistrikan yang ada di Batam. Atas dasar itu, pihaknya mendorong supaya sistem kelistrikan di di Pulau Bintan dikelola oleh PT. bright PLN Batam. Apalagi dari sisi tarif, lebih murah jika mengikuti tarif regional yang ada.

“Di Batam beban puncak terjadi pada pagi sampai sore hari. Sementara di Tanjungpinang beban puncaknya adalah malam hari. Tentu apabila bisa diwujudkan, ini akan menjadi langkah yang strategis,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, langkah antisipatif juga harus dipikirkan. Apalagi terjadi gangguan pada sistem interkoneksi, tentu kelistrikan di Pulau Bintan akan terganggu. Ketersediaan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) harus menjadi safety. Sehingga PLN bisa terus memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat.

“Tidak bisa dipungkiri, adanya infrastruktur listrik menjadi akses bagi percepatan pembangunan daerah. Apalagi Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang,” tutup Irwansyah.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar