Kodim Gerebek Gudang Beras di Batuampar, Tiga Ton Beras Disita

754
Pesona Indonesia
Dandim 0316/Batam, Letkol Inf Andreas Nanang Dwi memperlihatkan beras asal Thailand yang diamankan dari gudang milik AT di Simpang 4 Melcem, Batuampar. Kamis (13/10). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Dandim 0316/Batam, Letkol Inf Andreas Nanang Dwi memperlihatkan beras asal Thailand yang diamankan dari gudang milik AT di Simpang 4 Melcem, Batuampar. Kamis (13/10). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Kodim 0316/Batam melakukan penggrebekan di salah satu gudang beras milik AT yang berada di Simpang Empat Melcem Batuampar pada Rabu (12/10) malam.

Dandim 0316 Batam Letkol Inf Andreas Nanang Dwi mengungkapkan penggrebekan ini merupakan perintah langsung dari Kodam I atas maraknya penyelundupan sembako masuk ke Kota Batam dan kerja sama antara TNI dengan kementrian pertanian dalam menggalakkan swasembada pangan.

“Penggrebekan ini dilakukan sebagai upaya TNI dalam menggalakkan ketahanan pangan. Kemudian diperintah mengawasi lapangan,” ungkapnya, Kamis (13/10).

Atas dasar tersebut, kemudian Intel Kodim bersama Intel dari Kodam melakukan penyelidikan selama dua hari dan menemukan satu tempat yang diindikasikan sebagai tempat yang dijadikan sebagai penyimpanan beras ilegal.

“Tadi malam kita mendapatkan titik yg diindikasikan gudang. Kemudian dicek, ada empat gudang yang kita cek. Tiga memiliki dokumen jelas, dan satu gudang yang satunya tidak bisa jelaskan itu (dokumen),” lanjutnya.

Dari satu gudang yang tidak dapat menunjukkan dokumen resmi tersebut, kemudian jajaran dari Kodim 0316/Batam menyita beras ilegal Merek Jin Shuang asal Thailand sebanyak 300 karung atau 3 Ton.

“Untuk pelabuhan masuknya kita belum mengetahuinya, karena banyak pelabuhan tikus yang menjadi jalur masuk barang ilegal ke Batam,” ujarnya.

Lebih lanjut Andreas mengatakan jika saat ini pihaknya telah mengamankan beras sitaan tersebut sambil menunggu perintah selanjutnya dari Kodam I.

“Barang ini tetap disini dulu sambil menunggu perintah dari Kondam. Sementara kalau untuk pemiliknya kita koordinasikan dengan kepada pihak yang berwenang,” pungkasnya.(eggi)

Respon Anda?

komentar