Panti Pijat Harus Ganti Sekat Kamar dengan Gorden

3756
Pesona Indonesia
Tim dari Kecamatan, Satpol PP dan Kepolisian Batuaji saat merazia panti pijat di Komplek Ruko Waheng Centre, Batuaji, Senin (10/10) lalu.  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Tim dari Kecamatan, Satpol PP dan Kepolisian Batuaji saat merazia panti pijat di Komplek Ruko Waheng Centre, Batuaji, Senin (10/10) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Camat (Sekcam) Batuaji, Friedkalter PP, pekan depan akan meninjau kembali tempat pijat yang telah dirazia, Senin (10/10) pukul 14.30 WIB lalu. Jika sekat kamar pijat yang dibuat permanen tidak diganti, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pemiliknya.

Pada saat razia yang dilakukan oleh petugas pemerintah kecamatan di sejumlah tempat pijat yang ada di wilayah Batuaji minggu lalu, terdapat sejumlah tempat massage tradisional yang punya kamar pijat permanen. Kamar-kamar itu umumnya terbuat dari triplek, dengan ukuran kurang lebih dari 2X3 meter layaknya sebuah kamar.

Atas temuan tersebut, pihaknya meminta kepada pengelola massage untuk segera mengganti dengan tirai. Hal itu ditakutkan akan menimbulkan perbuatan yang melanggar aturan.

“Razia ini akan terus dilakukan, berkelanjutan,” ujar Friedkalter, kepada koran Batam Pos, Rabu (12/10).

Friedkalter mengatakan, kesempatan untuk membongkar kamar permanen itu diberikan selama satu minggu sejak dilakukannya razia. “Tidak ada alasan, kita sudah minta pengelola bongkar waktu itu,” ungkap Friedkalter.

Lanjut Friedkalter, jika pihak pengelola massage tidak mengindahkan aturan tersebut, pihaknya akan memberikan sangsi tegas hingga izin usaha dicabut. “Kalau kita cek lagi tidak ada perubahan di lapangan kita berikan SP, hingga SP tiga tidak juga akan kita tutup,” ucap Friedkalter. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar