Pembangunan Gedung DPRD Natuna dan Pasar Modern Dilanjutkan

429
Pesona Indonesia
Pembangunan gedung DPRD Natuna di Desa Sungai Ulu. foto:aulia rahman/batampos
Pembangunan gedung DPRD Natuna di Desa Sungai Ulu. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan akan menyelesaikan dua pembangunan yang belum selesai diera Bupati sebelumnya. Yakni pembangunan gedung DPRD dan pasar modern.

Hamid mengatakan, gedung DPRD yang digunakan saat ini adalah bangunan lama. Dibangun saat Bupati Natuna pertama. Peruntukkannya adalah transit transmigrasi.

“Dulu kantor DPRD ini dibangun untuk transit transmigrasi. Tahun 2017 mendatang, saya harap bisa pidato di gedung paripurna yang baru,” kata Hamid Rizal, Rabu (12/10).

Dalam pidato paripurna tersebut, Hamid Rizal mengingatkan Kepala Dinas PU, agar pembangunan gedung DPRD dan pasar modern yang belum selesai, harus dilanjutkan dan selesai tahun 2017 mendatang.

Hamid menargetkan, gedung DPRD dan pasar modern harus selesai dibangun satu tahun. Tidak ada lagi tahun jamak (Multi years, red). Supaya pembangunan yang sudah dimulai tidak mubazirkan anggaran.

“Tolong Kadis PU, pembangunan gedung DPRD dan pasar modern diselesaikan. Kalau tidak, posisi anda akan diganti,” tegas Hamid.

Dikatakan Hamid Rizal, penyelesaian pasar modern sangat penting. Natuna dalam waktu akan bertambah ramai, terutama penambahan ribuan personel TNI. Tentu kebutuhan pangan akan meningkat.

Kepala Dinas Pekerjaa Umum (PU) Pemkab Natuna Minwardi menambahkan, pembangunan pasar modern dan gedung DPRD sudah dimulai dikerjakan. Progresnya sekitar 48 persen selesai.

Terjadinya defisit anggaran pada tahun 2015 lalu, katanya, membuat pengerjaan tidak selesai. Sementara pada tahun 2016 ini tidak dilanjutkan. Karena munculnya utang pemerintah daerah yang harus diselesaikan. Apalagi proyek tersebut program tahun jamak masa Bupati Natuna Ilyas Sabli sebelumnya.

Untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan pasar modern dan gedung DPRD, kata Minwardi, dibutuhkan sekitar Rp 50 miliar. Dinas PU sudah merencakan dianggarkan dalam APBD tahun 2017.

“Memang masing masing bagunan itu (pasar dan gedung DPRD,red) sudah habiskan anggaran kurang lebih Rp 20 miliar lebih. Sebenanrnya itu sudah kontrak, tapi tidak selesai. Sudah dilakukan pemutusan kontraknya. Jadi tahun depan dilelang lagi,” ujar Minwardi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar